Banner Iklan

Pelantikan PAC Pagar Nusa Kasembon dan Dialektika Air Keberkahan dalam Kaderisasi NU: Menautkan Struktur dan Ruh

Admin JSN
04 Mei 2026 | 08.55 WIB Last Updated 2026-05-04T01:55:39Z
Pelantikan PAC Pagar Nusa Kasembon 2026 dan dialektika air keberkahan dalam kaderisasi NU./dok. Istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Kasembon pada Minggu (3/5) di halaman Rumah Sakit Madinah menegaskan kembali satu tesis penting dalam tradisi Nahdlatul Ulama, yaitu organisasi tidak cukup dibangun oleh struktur, tetapi harus dihidupkan oleh ruh nilai yang menopangnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh MWC NU Kecamatan Kasembon ini diproyeksikan sebagai langkah strategis menata organisasi sekaligus memperkuat kaderisasi sebagai jantung keberlanjutan.

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua PW Pagar Nusa Jawa Timur Bidang Tradisi dan Ketabiban, H. Suminto, M.Pd.I., dengan kehadiran sejumlah tokoh, di antaranya Bupati Malang HM Sanusi, Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang Gus Saiful Anam, Rois Syuriah MWC Kasembon KH Hidayat (Mbah Jaddu), serta Wakil Sekretaris PW Pagar Nusa Jawa Timur Nur Ridwan, M.Pd.

Dalam kerangka reflektif, Gus Saiful Anam mengemukakan analogi yang merepresentasikan dimensi epistemologis dalam tubuh Pagar Nusa.

Ia menggambarkan organisasi sebagai bangunan yang tersusun dari elemen-elemen material, besi, semen, bata, dan pasir yang tidak akan pernah menjelma menjadi struktur utuh tanpa kehadiran air sebagai perekat.

"Bahan bangunan itu ada besi, semen, bata, dan pasir. Tapi tanpa air, tidak ada yang merekatkan dan tidak akan terwujud bangunan. Ketika bangunan sudah berdiri, air memang tidak tampak, tetapi justru itulah yang menentukan. Itulah keberkahan, dan Pagar Nusa harus mendapatkan itu," ujar Saiful Anam.

Analogi tersebut mempertegas bahwa dalam tradisi Pagar Nusa yang berakar pada Ahlussunnah wal Jamaah, keberkahan merupakan dimensi non-material yang bekerja dalam diam, namun menentukan kualitas dan daya tahan organisasi.

Pagar Nusa disebut Saiful hadir dalam bentuk keikhlasan, sanad keilmuan, adab, serta kontinuitas tradisi unsur-unsur yang tidak selalu terukur secara formal, tetapi menjadi fondasi eksistensial.

Kaderisasi juga tidak semata dipahami sebagai proses regenerasi administratif, melainkan sebagai transmisi nilai yang bersifat holistik. Gus Saiful menegaskan pentingnya menjaga substansi dalam setiap proses kaderisasi. "Inginnya kaderisasi di dalam organisasi tanpa mengurangi substansi," katanya.

Senada dengan itu, Bupati Malang HM Sanusi menekankan agar Pagar Nusa tetap teguh dalam menjalankan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Penegasan ini menempatkan organisasi tidak hanya sebagai entitas kultural, tetapi juga sebagai agen moral dalam kehidupan sosial.

Pelantikan ini sekaligus menjadi upaya konsolidasi di tingkat akar rumput, di mana Pagar Nusa berperan sebagai ruang kaderisasi yang mengintegrasikan kekuatan fisik, kedalaman spiritual, dan komitmen sosial. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, basis lokal seperti kecamatan justru menjadi titik krusial dalam merawat kesinambungan nilai dan praktik keagamaan.

Acara ditutup dengan mauidhoh hasanah oleh KH Nurhadi (Mbah Bolong Alian) dari Jombang yang menekankan pentingnya menjaga niat dan istiqamah dalam berkhidmat. Pesan tersebut memperkuat orientasi spiritual sebagai inti dari gerakan kaderisasi.

Dukungan juga datang dari ratusan Muslimat NU PAC Kasembon yang menyatakan kesiapan mereka untuk menopang program kaderisasi Pagar Nusa. Kehadiran ini mencerminkan sinergi organik antar elemen dalam tubuh Nahdlatul Ulama, sekaligus menegaskan bahwa penguatan organisasi merupakan kerja kolektif lintas struktur.

Dalam lanskap yang lebih luas, pelantikan ini menegaskan posisi Pagar Nusa bukan hanya sebagai organisasi pencak silat, tetapi sebagai ruang peradaban tempat nilai, tradisi, dan spiritualitas dirawat serta ditransmisikan lintas generasi.

Di titik inilah, 'air keberkahan' menemukan relevansinya, tidak tampak, namun menentukan apakah sebuah organisasi sekadar berdiri, atau benar-benar hidup dan memberi makna. ***

Dokumentasi kegiatan (istimewa):



(Rof)

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pelantikan PAC Pagar Nusa Kasembon dan Dialektika Air Keberkahan dalam Kaderisasi NU: Menautkan Struktur dan Ruh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now