Banner Iklan

MTQ UB XIX 2026: Sembilan Tim Adu Kecerdasan Qur'ani Menuju Final Musabaqah Fahmil Qur'an

Admin JSN
06 Mei 2026 | 16.40 WIB Last Updated 2026-05-06T09:41:18Z
Peserta dan Juri MFQ MTQ UB XIX 2026 berfoto bersama usai rangkaian perlombaan di Universitas Brawijaya, Rabu (6/5/2026)./dok.penulis

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Suasana MIPA Center Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya tampak riuh dan penuh semangat pada Rabu pagi, 6 Mei 2026.

Memasuki hari kedua pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an Universitas Brawijaya ke-XIX Tahun 2026 (MTQ UB XIX 2026), giliran cabang Musabaqah Fahmil Qur'an (MFQ) menggelar babak semifinal yang mempertemukan sembilan tim terbaik dari seluruh fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya.

MTQ UB XIX 2026 diselenggarakan pada 4 s/d 7 Mei 2026 di Universitas Brawijaya, Malang, dengan tema Manifestasi Nilai-Nilai Al-Qur'an Menuju Generasi Brawijaya Berprestasi Gemilang di Kancah Nasional.

Ajang tahunan yang diselenggarakan UKM Seni Religi UB ini mempertandingkan 10 cabang lomba dan sekaligus menjadi seleksi awal pembentukan kafilah UB untuk MTQ Mahasiswa Nasional (MTQMN).

Babak semifinal MFQ resmi dimulai pukul 09.00 WIB. Kesembilan tim yang bertanding merupakan hasil seleksi ketat dari babak penyisihan yang digelar pada hari pertama, Selasa 5 Mei 2026.

Saat itu, sekitar 21 kelompok dengan total lebih dari 60 peserta dari berbagai fakultas bersaing melalui ujian tulis esai. Dari seluruh peserta tersebut, hanya sembilan tim dengan nilai tertinggi yang berhak melangkah ke babak semifinal hari ini.

Musabaqah Fahmil Qur'an sendiri merupakan cabang lomba pemahaman dan pendalaman Al-Qur'an yang dikemas dalam format cerdas cermat.

Muhammad Rafa Al Fatih Nasution, mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2024 yang menjabat sebagai Coordinator bidang lomba MFQ MTQ UB 2026, menjelaskan bahwa materi yang diujikan mencakup keseluruhan Al-Qur'an secara luas.

"MFQ itu meliputi keseluruhan Al-Qur'an, pertanyaannya bisa berupa sambung ayat, Ulumul Qur'an, hadist, sejarah Islam, hukum Islam, faraid, dan masih banyak lagi," jelas Rafa.

Soal-soal dalam MFQ terbagi menjadi tiga jenis yaitu soal wajib yang dijawab oleh masing-masing tim, soal lemparan bagi tim lain apabila tim yang mendapat soal tidak mampu menjawab, dan soal rebutan yang diperebutkan seluruh tim secara bersamaan. Keberagaman format inilah yang membuat MFQ terasa dinamis dan menegangkan dari awal hingga akhir.

Kelancaran perlombaan hari ini bukan tanpa kerja keras di balik layar. Rafa mengungkapkan bahwa persiapan soal dilakukan oleh tim pilihan yang menyusun pertanyaan berdasarkan referensi dari MTQ Mahasiswa Nasional (MTQMN).

Dewan juri yang bertugas pun berasal dari luar Universitas Brawijaya, dengan beberapa di antaranya merupakan alumnus UB. Salah satunya adalah Ustadz Dika, yang selama ini dikenal sebagai pembina MFQ di UKM Seni Religi.

Suasana lomba Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) MTQ UB XIX 2026 yang berlangsung di MIPA Center Universitas Brawijaya, Rabu (6/5/2026)./dok.penulis

Sembilan tim semifinalis dibagi ke dalam tiga sesi pertandingan, masing-masing mempertemukan tiga tim. Hanya satu tim dengan perolehan skor tertinggi dari tiap sesi yang berhak melanjutkan perjalanan ke babak final.

Setelah ketiga sesi rampung, tiga tim berhasil melaju, yakni tim dari Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Pertanian.

Babak final mempertemukan ketiga tim tersebut dengan tingkat kesulitan soal yang meningkat signifikan. Setiap keputusan untuk mengangkat tangan menjadi taruhan yang tidak main-main, mengingat jawaban keliru atas soal lemparan akan dikenai pengurangan 50 poin.

Penonton yang memadati ruangan tak mampu menyembunyikan antusiasme mereka. Setiap soal yang berhasil dijawab disambut tepuk tangan riuh dari para pendukung masing-masing fakultas, menciptakan atmosfer yang hangat sekaligus penuh ketegangan.

Papan skor final mencatat persaingan yang cukup ketat. Tim A dari Fakultas Teknik mengumpulkan total 450 poin, disusul Tim B dari Fakultas Hukum dengan 550 poin. Sementara Tim C dari Fakultas Pertanian tampil dominan dan menutup babak final dengan perolehan tertinggi, yakni 700 poin, unggul jauh dari kedua pesaingnya.

Setelah seluruh sesi final tuntas, dewan hakim menetapkan hasil akhir. Juara pertama diraih oleh tim yang diketuai Ista Jamila dari Fakultas Pertanian yang menariknya, tim ini merupakan gabungan dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Ilmu Budaya.

Posisi kedua ditempati tim yang diketuai Dani Abdul Jalil dari Fakultas Hukum, sementara Muhammad Wildan Wicaksono dari Fakultas Teknik membawa pulang gelar juara ketiga.

Menurut Rafa, MFQ selalu menjadi salah satu cabang yang ramai peminat karena sifatnya yang terbuka dan formatnya yang variatif.

"Karena formatnya terbuka, ada seri tanya jawab, ada soal lontaran, ada rebutan pertanyaan dari juri, jadi seru," ungkapnya. Ia juga mengaku bersyukur atas kelancaran perlombaan hari ini. "Jujur seru, alhamdulillah berjalan dengan lancar dan karena lancar, kami juga bersyukur," katanya dengan semringah.

Di penghujung wawancara, Rafa menitipkan pesan bagi mahasiswa yang ingin mencoba cabang MFQ di masa mendatang. "Persiapkan diri sebaik mungkin. Cabang ini sangat kompleks, jadi mungkin bisa lebih matang lagi persiapannya," pesannya.

Kemenangan dalam ajang MTQ UB bukan sekadar soal gelar. Sebagaimana firman Allah SWT, "...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..." (QS. Al-Mujadilah: 11).

Para juara diharapkan oleh penyelenggara lomba untuk senantiasa mengamalkan dan menyebarluaskan nilai-nilai Al-Qur'an, serta mengharumkan nama Universitas Brawijaya di kancah yang lebih luas. Pengumuman seluruh pemenang akan dilaksanakan pada penutupan, 7 Mei 2026. Penulis: Mufchima Abqori Eddzihny

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • MTQ UB XIX 2026: Sembilan Tim Adu Kecerdasan Qur'ani Menuju Final Musabaqah Fahmil Qur'an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now