Pemberian bantuan modal usaha bagi 10 usaha guru terbaik oleh kepala dinas pendidikan provinsi jawa tinur
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan guru non-ASN melalui Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG) 2026. Program ini hadir sebagai langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi guru melalui penguatan keterampilan kewirausahaan, transformasi digital usaha, serta pengembangan ekosistem usaha guru yang berkelanjutan.
Mengusung semangat “Guru Hebat, Guru Mandiri”, PROTEG 2026 tidak hanya menjadi program pelatihan biasa, tetapi juga gerakan pemberdayaan guru agar mampu berkembang dan berdaya saing di tengah tantangan era digital.
Dalam kegiatan Coaching dan Awarding 40 Nominator Pengembangan Usaha Guru Tahun 2026, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa masih banyak guru honorer yang menghadapi tantangan ekonomi. Sebagian guru non-ASN/GTT bahkan masih memiliki pendapatan di bawah UMR dan harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama lahirnya PROTEG sebagai program penguatan ekonomi guru berbasis inovasi dan teknologi digital. Program ini bertujuan membangun mindset entrepreneur guru, mengembangkan usaha produktif, mendorong digitalisasi usaha, serta meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan.
“Ketika guru semakin sejahtera, maka pendidikan akan tumbuh lebih kuat,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
PROTEG 2026 dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha yang melibatkan praktisi bisnis, mentor usaha, serta penguatan kapasitas digital bagi guru. Peserta dibekali kemampuan membangun usaha, strategi pemasaran digital, personal branding, hingga pemanfaatan marketplace dan media sosial untuk pengembangan usaha.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir guru agar mampu keluar dari zona nyaman dan berani menghadapi perubahan. Menurutnya, tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi harus dijadikan momentum untuk tumbuh dan berkembang.
“Perubahan dimulai dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman,” demikian salah satu pesan dalam paparan kegiatan.
Berbagai jenis usaha guru yang berkembang melalui PROTEG pun sangat beragam, mulai dari kuliner, fashion, jasa kreatif, edukasi online, produk digital, hingga usaha kerajinan dan pertanian. Potensi tersebut menunjukkan bahwa guru memiliki modal sosial yang kuat untuk berkembang menjadi entrepreneur yang kreatif dan inspiratif.
Program PROTEG terus menunjukkan capaian positif setiap tahunnya. Pada tahun 2024 program ini diikuti 200 peserta, meningkat menjadi 500 peserta pada tahun 2025, dan pada tahun 2026 menjangkau peserta dari 33 kabupaten/kota di Jawa Timur. Bahkan, transaksi usaha peserta PROTEG tercatat mencapai rata-rata Rp. 5 juta per bulan.
Selain pelatihan, PROTEG juga membangun ekosistem usaha guru melalui pendampingan, networking, branding, marketplace, serta pembentukan komunitas entrepreneur guru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan usaha guru mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan keluarga guru.
Sebanyak 40 nominator pengembangan usaha guru terbaik yang mengikuti kegiatan coaching dan awarding disebut sebagai role model dan inspirasi bagi guru lainnya di Jawa Timur. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan ekonomi guru sekaligus duta entrepreneur pendidikan di lingkungan masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengajak seluruh guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan tidak takut memulai usaha.
“Guru hebat adalah guru yang terus bergerak, belajar, beradaptasi, dan berani berkembang,” ujarnya.
Melalui PROTEG 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak guru honorer yang mampu mandiri secara ekonomi, memiliki usaha yang berkembang, serta menjadi inspirasi bagi siswa dan masyarakat. Dengan guru yang lebih sejahtera, kualitas pendidikan di Jawa Timur diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?