Banner Iklan

Mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Briket Kulit Durian Sebagai Energi Alternatif di Desa Galengdowo

Admin JSN
27 Mei 2026 | 04.30 WIB Last Updated 2026-05-26T21:32:04Z


Mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Briket Kulit Durian Sebagai Energi Alternatif di Desa Galengdowo

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa Berdampak dari Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan briket dari kulit durian dengan tema “Pemanfaatan Limbah Menjadi Energi Alternatif” di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Senin, (18/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari observasi potensi limbah durian yang telah dilakukan sebelumnya.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit durian menjadi produk energi alternatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan proses pengolahan kulit durian menjadi briket ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti kayu bakar maupun arang konvensional.


Pada kegiatan sosialisasi, mahasiswa menjelaskan tahapan pembuatan briket mulai dari proses pengeringan kulit durian, pembakaran hingga menjadi arang, penghalusan bahan, pencampuran dengan perekat tepung tapioka, hingga proses pencetakan dan penjemuran briket. Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi praktik pembuatan briket yang melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui sesi praktik tersebut, warga diberikan kesempatan untuk mencoba proses pencampuran bahan, hingga proses pencetakan briket sehingga masyarakat dapat memahami tahapan pembuatan secara lebih jelas dan aplikatif.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa juga menjelaskan berbagai keunggulan briket kulit durian dibandingkan dengan arang biasa maupun bahan bakar konvensional. Briket memiliki bentuk yang lebih padat dan seragam sehingga mampu menghasilkan panas yang lebih stabil dan tahan lama saat digunakan. Selain itu, briket juga menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan kayu bakar sehingga lebih ramah lingkungan dan nyaman digunakan. Dari segi ekonomi, bahan baku briket berasal dari limbah kulit durian yang mudah diperoleh saat musim panen sehingga biaya produksinya relatif lebih murah dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk usaha masyarakat.


Mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN “Veteran” Jawa Timur juga menyampaikan bahwa Desa Galengdowo memiliki potensi besar dalam pengembangan briket kulit durian karena melimpahnya limbah durian saat musim panen. Melalui inovasi tersebut, limbah yang sebelumnya hanya dibuang dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki peluang usaha bagi masyarakat desa.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusiasme dari masyarakat yang hadir. Warga menunjukkan ketertarikan terhadap proses pembuatan briket serta potensi pengembangannya sebagai produk unggulan desa. Pada sesi akhir kegiatan, mahasiswa turut membagikan kuesioner kepada peserta sosialisasi untuk mengetahui tanggapan, pemahaman, serta minat masyarakat terhadap inovasi briket kulit durian yang telah diperkenalkan. Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengolahan limbah yang lebih kreatif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomis di Desa Galengdowo.



Author

1. Mufadhil Rahardi Siraj

2. Aliya Fitri Isnaini

3. Daniel Fajriz Junaidhi

4. Widia Mulya Hartanti

5. Andrian Anthonius Habinsaran

6. Caecilia Pujiastuti



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Briket Kulit Durian Sebagai Energi Alternatif di Desa Galengdowo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now