![]() |
| Mahasiswa ICP Syariah UIN Malang mengikuti rangkaian agenda akademik di Singapura./dok. UIN Malang |
SINGAPURA | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa International Class Program (ICP) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti rangkaian kegiatan akademik internasional di Singapura pada Selasa (12/5).
Kegiatan tersebut meliputi seminar internasional di ISEAS–Yusof Ishak Institute Singapore, perkuliahan akademik di Department of Malay Studies National University of Singapore (NUS), serta kunjungan akademik ke Perpustakaan NUS Singapura.
Dalam seminar internasional bertema Youth Movement in Asia, sebanyak 19 mahasiswa ICP memperoleh wawasan mengenai dinamika gerakan pemuda di kawasan Asia dan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan sosial serta kemanusiaan global.
Selain mengikuti seminar, mahasiswa juga mengikuti kuliah akademik bersama para pakar di Department of Malay Studies NUS.
Salah satu dosen pendamping, Erik Sabti Rahmawati, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat jejaring internasional mahasiswa Fakultas Syariah.
"Mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik internasional secara langsung melalui dialog bersama para akademisi terkemuka di Singapura. Hal ini penting untuk memperkuat perspektif global mahasiswa dalam kajian hukum Islam, sosial, dan budaya Melayu," ungkap Erik.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengikuti sesi kuliah bersama Prof. Noor Aisha Abdul Rahman, pakar hukum Islam di Singapura, serta Dr. Azhar Ibrahim Alwee, intelektual publik dan dosen senior di Department of Malay Studies NUS.
Prof. Noor Aisha Abdul Rahman menjelaskan bahwa Department of Malay Studies juga memiliki kajian terkait hukum Islam, mulai dari hukum keluarga, hukum ekonomi Islam, hingga civil law.
"Malay Studies memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Fakultas Syariah karena membahas berbagai aspek hukum Islam dan masyarakat Melayu," ujar Noor Aisha.
Sementara itu, Dr. Azhar Ibrahim Alwee menyampaikan bahwa Department of Malay Studies mempelajari kawasan Nusantara yang mencakup Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Ia juga mendorong mahasiswa ICP UIN Malang untuk melanjutkan studi magister maupun doktoral di NUS.
"Mahasiswa ICP UIN Malang memiliki peluang untuk melanjutkan studi S2 maupun S3 di Department of Malay Studies NUS. Tersedia pula berbagai program beasiswa untuk jenjang tersebut," tutur Azhar Ibrahim.
Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa juga melakukan studi literatur dan observasi fasilitas di Perpustakaan NUS yang dikenal memiliki koleksi referensi keislaman dan kajian Melayu yang lengkap di Asia Tenggara.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat budaya akademik dan sistem riset internasional.
Kolaborasi akademik antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan NUS juga membuka peluang melalui program Research Program Scholarship.
Melalui program tersebut, mahasiswa terpilih berkesempatan melakukan penelitian skripsi di NUS selama beberapa minggu guna memperdalam kajian akademik mereka.
Kemudian, mahasiswa turut diperkenalkan pada berbagai forum diskusi internasional yang melibatkan mahasiswa lintas negara untuk bertukar gagasan mengenai isu sosial, kemanusiaan, dan perkembangan masyarakat global.
Kunjungan akademik ini menjadi bagian dari komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat identitas budaya Melayu, meningkatkan kualitas akademik mahasiswa, serta memperluas jejaring internasional di tingkat global. (Mif)
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?