Banner Iklan

Kondisi Terbaru Timteng: Iran-AS Diisukan Godok Kerangka Kesepakatan untuk Selat Hormuz

Admin JSN
27 Mei 2026 | 20.28 WIB Last Updated 2026-05-27T13:28:25Z
Kondisi terbaru Timteng: Iran-AS diisukan sedang menyusun Kerangka Kesepakatan untuk Selat Hormuz./dok.JSN

TEHERAN | JATIMSATUNEWS.COM - Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) memunculkan kabar baru, yakni munculnya rumusan awal kesepakatan gencatan senjata antara keduanya.

Laporan terbaru dari media internasional dari Firstpost hingga Al-Jazeera menyebut adanya kerangka awal tidak resmi antara Iran dan Amerika Serikat.

Kerangka awal ini terkait keamanan kawasan dan akses jalur pelayaran Selat Hormuz.

Berikut ini, poin utama draft awal antara Iran dengan AS yang berpotensi diwujudkan.

• AS disebut akan menarik sebagian pasukan dari area dekat Iran
• Blokade laut terhadap Iran berpotensi dicabut
• Iran berkomitmen mengembalikan jalur perdagangan komersial Hormuz ke level normal sebelum konflik dalam waktu satu bulan
• Kapal militer tidak termasuk dalam kesepakatan awal
• Jalur pelayaran nantinya akan dikelola Iran bersama Oman
• Jika tercapai dalam 60 hari, draft ini berpotensi dibawa menjadi resolusi resmi Dewan Keamanan PBB.

Pengaruh terhadap geopolitik global:
• Menjadi sinyal awal kemungkinan de-eskalasi konflik Iran–AS
• Membuka peluang stabilisasi kawasan Teluk dan Timur Tengah
• Mengurangi risiko konfrontasi langsung di jalur energi global paling strategis
• Meningkatkan tekanan diplomatik terhadap pihak-pihak yang ingin melanjutkan konflik regional
• Menunjukkan bahwa jalur negosiasi mulai lebih diprioritaskan dibanding konfrontasi militer terbuka.

Walau demikian, hingga saat ini, Iran menegaskan bahwa framework tersebut belum final dan tidak akan dijalankan tanpa 'verifikasi nyata' dari pihak terkait.

"Dalam geopolitik, draft agreement bisa menjadi awal perdamaian atau hanya jeda sebelum ketegangan berikutnya," ungkap Iran melalui IRNA.

Hingga saat ini, Iran masih menyoroti serangan militer dari AS yang tidak kunjung berhenti ketika gencatan senjata sedang terjadi.

"Gencatan senjata antara Teheran dan Washington mulai berlaku pada 8 April, menghentikan pertempuran selama 40 hari yang meletus setelah serangan AS-Israel terhadap Iran yang menyebabkan pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan beberapa komandan tinggi," tulis IRNA pada Selasa (26/5) yang melaporkan bahwa pihak Iran (IRGC) masih memperhatikan tindakan AS selama gencatan senjata yang cenderung seperti Israel ketika bersitegang dengan Gaza-Palestina. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kondisi Terbaru Timteng: Iran-AS Diisukan Godok Kerangka Kesepakatan untuk Selat Hormuz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?