
Hardiknas di UNU Pasuruan: Merayakan Pendidikan atau Menagih Janji Kosong Birokrasi?
Oleh: M. Ubaidillah Abdi (Presiden Mahasiswa UNU Pasuruan, Koordinator Aliansi BEMPAS Raya)
OPINI | JATIMSATUNEWS.COM: Setiap tanggal 2 Mei, bangsa ini merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan gegap gempita. Kita kembali diingatkan pada filosofi Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan dan memanusiakan. Namun, bagi kita di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Hardiknas tahun ini justru menjadi momen refleksi yang getir. Bagaimana kita bisa bicara soal pendidikan yang memerdekakan jika di dalam kampus sendiri, ruang gerak mahasiswa dibatasi oleh tumpukan janji manis birokrasi yang nirrealisasi?
Pendidikan sejatinya adalah tentang integritas dan kejujuran. Ironisnya, hal ini justru menjadi barang langka dalam tata kelola birokrasi kampus kita hari ini. Perlu ditegaskan kembali bahwa mandeknya berbagai program organisasi mahasiswa bukan karena kita tidak mampu merealisasikannya, melainkan karena secara sistematis kita terkendala oleh dukungan institusional yang buruk.
Salah satu preseden terburuk dari krisis integritas ini adalah janji pemberian pagu anggaran untuk kegiatan kemahasiswaan. Janji ini bukan ilusi atau sekadar rumor warung kopi. Bukti videonya masih ada sampai detik ini. Jejak digital itu terekam jelas, menjadi saksi bisu bagaimana birokrasi begitu mudah mengobral komitmen di hadapan mahasiswa. Namun faktanya? Janji tinggal janji.
Birokrasi kampus seolah lupa bahwa janji adalah utang, terlebih bagi sebuah institusi yang menyandang nama besar Nahdlatul Ulama. Mengabaikan hak mahasiswa dan membiarkan roda organisasi mahasiswa berjalan tanpa kejelasan dukungan anggaran adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah pendidikan itu sendiri.
Mahasiswa tidak sedang meminta belas kasihan. Yang kita tuntut adalah hak dan komitmen yang sudah disepakati. Jika birokrasi kampus saja tidak mampu menepati janjinya sendiri—yang padahal terekam jelas secara visual—lalu nilai moral dan pendidikan macam apa yang sedang mereka ajarkan kepada mahasiswanya?
Hardiknas kali ini tidak boleh hanya berhenti pada seremoni upacara dan unggahan media sosial. Ini adalah momentum untuk menggugat kembali integritas institusi. BEM UNU Pasuruan akan terus berdiri di garis depan untuk menagih kewajiban birokrasi. Kita tidak akan membiarkan otonomi organisasi mahasiswa lumpuh hanya karena kebiasaan ingkar janji dari para pemangku kebijakan kampus.
Video itu masih ada, dan perlawanan mahasiswa untuk menuntut haknya tidak akan pernah reda. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Panjang umur perjuangan mahasiswa! Ans


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?