![]() |
| FBiPK UB menggelar SAPA SETARA Vol. 1: Angkat isu kesehatan mental mahasiswa melalui pendekatan Psychological First Aid./dok. FBiPK UB |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan, Universitas Brawijaya kembali menghadirkan ruang edukasi dan kepedulian sosial melalui kegiatan SAPA SETARA Vol. 1 bertajuk 'Mental Health in a Social World: Kenali Diri, Jaga Diri, Dukung Sesama!'.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (20/5) di Gedung Sentral 1.1 FBiPK UB dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Tema utama yang diangkat adalah 'Tidak Sendiri di Tengah Badai: Psychological First Aid sebagai Langkah Awal Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa'.
Kegiatan ini pun menjadi wadah edukatif bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kesehatan mental, membangun kepedulian sosial, serta mengenali langkah awal pendampingan psikologis terhadap sesama.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Dr. Noer Rahmi Ardiarini, S.P., M.Si. turut hadir. Disertai dua narasumber, yakni Dwi Retnoningsih, S.P., M.P., Ph.D selaku ketua ULTKSP dan Ulifa Rahma, S.Psi., M.Psi dari Fakultas Ilmu Politik UB.
![]() |
| SAPA SETARA Vol 1. 2026 digelar FBiPK UB untuk menjadi ruang edukasi psikologi sosial mahasiswa./dok. FBiPK UB |
Kegiatan ini juga dipandu oleh moderator Najla Syaakira dari Agroekoteknologi 2025, serta MC Fatih Akbar dan Ester Eveline.
Dr. Noer Rahmi Ardiarini, S.P., M.Si. membuka acara dengan memberikan sambutan serta perhatian kepada seluruh peserta acara SAPA SETARA Vol. 1 2026.
Ia menekankan agar mahasiswa FBiPK harus selalu fokus dan bahagia agar kesehatan mental tetap stabil. "Jika terdapat permasalahan dan keluhan, adik-adik mahasiswa jangan sungkan-sungkan untuk bercerita dan konsultasi kepada kami," ujar WD III FBiPK yang sering disapa Bu Dian.
Dalam paparannya, mengungkapkan kondisi dan beban pikiran juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental. "Apa pun permasalahannya baik internal maupun eksternal, tidak masalah diceritakan kepada kami petugas ULTKSP. Karena menurut pandangan kami kesehatan pikiran dan mental saling berkorelasi," tegasnya.
![]() |
| Dr. Noer Rahmi Ardiarini, S.P., M.Si., sedang memberikan sambutan dan arahan kepada mahasiswa./dok. FBiPK UB |
Kemudian, Dwi Retnoningsih turut menekankan bahwa kesehatan mental mahasiswa merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian bersama di tengah tingginya tekanan akademik maupun sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
"Mahasiswa perlu memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Lingkungan yang suportif dan kemampuan mengenali kondisi diri sendiri menjadi langkah awal untuk menghadapi tekanan sosial maupun akademik," ungkap Dwi Retnoningsih.
Pada momen sama, Ulifa Rahma menjelaskan pentingnya penerapan Psychological First Aid (PFA) sebagai bentuk dukungan awal terhadap individu yang mengalami tekanan emosional atau kondisi psikologis tertentu.
"Psychological First Aid bukan tentang menjadi psikolog, tetapi bagaimana kita hadir, mendengar, dan memberikan dukungan awal kepada orang-orang di sekitar yang sedang mengalami kesulitan emosional," beber Ulifa Rahma.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kondisi mental diri sendiri maupun lingkungan sekitar agar tercipta budaya saling mendukung di lingkungan kampus.
Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mendapatkan berbagai manfaat seperti peningkatan wawasan mengenai kesehatan mental, pengenalan layanan Unit Kesehatan dan Konseling, pemahaman dasar mengenai Psychological First Aid, serta penguatan nilai kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama.
Kegiatan SAPA SETARA Vol. 1 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan kampus yang lebih inklusif, suportif, dan sadar akan pentingnya kesehatan mental mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk lebih terbuka, peduli, dan aktif menciptakan ruang aman bagi sesama di tengah tantangan kehidupan akademik dan sosial. ***
Editor: YAN





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?