MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui kunjungan kolaboratif ke Wageningen University & Research (WUR), Belanda, dan KU Leuven, Belgia.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen FBiPK UB, Dr. Rika Ratna Sari dan Dr. Danny Dwi Saputra, sebagai bagian dari upaya penguatan publikasi ilmiah bereputasi, pengembangan riset kolaboratif, serta implementasi kerja sama internasional yang berdampak nyata.
Kunjungan pertama dilakukan ke Wageningen University & Research (WUR), salah satu institusi riset pertanian terbaik dunia.
Agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah memperkuat joint publication dan joint research terkait penelitian agroforestri kopi di Indonesia bersama Dr. DanaΓ« Rozendaal dari Plant Production System Group.
Pada pertemuan tersebut, tim FBiPK UB membahas finalisasi publikasi ilmiah bersama guna mempertajam kerangka ilmiah penelitian, memperkuat interpretasi ekologis, serta membuka peluang riset lanjutan terkait kualitas tanah, siklus hara, dan resiliensi sistem pertanian berbasis pohon di wilayah tropis.
Dr. Rika Ratna Sari menyampaikan bahwa kerja sama internasional menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi riset agroforestri Indonesia di tingkat global.
"Kolaborasi dengan Wageningen University & Research menjadi peluang penting bagi FBiPK UB untuk memperkuat kualitas publikasi internasional sekaligus memperluas kontribusi penelitian agroforestri kopi Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian SDGs," ungkap Dr. Rika Ratna Sari dalam rilis yang diterima Rabu (20/5).
Setelah dari Belanda, kegiatan dilanjutkan ke KU Leuven, Belgia, untuk membahas tindak lanjut kerja sama penelitian vanili agroforestri bersama Dr. Bruno Verbist, Dr. Charlotte, dan Dr. Saskia.
Diskusi berfokus pada evaluasi implementasi kerja sama sebelumnya, penyusunan agenda kolaborasi tahun 2026, serta penguatan publikasi ilmiah bersama dari hasil penelitian vanili agroforestri di Indonesia.
Salah satu capaian penting dalam kunjungan tersebut adalah ditandatanganinya perpanjangan Implementation Agreement (IA) antara Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan UB dan KU Leuven untuk tahun 2026.
Perpanjangan ini menjadi dasar keberlanjutan kerja sama akademik dan penelitian antara kedua institusi, khususnya dalam bidang agroforestri, mobilitas mahasiswa, dan publikasi ilmiah internasional.
Dr. Danny Dwi Saputra menegaskan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya berdampak pada penguatan riset dosen, tetapi juga memberikan pengalaman akademik global bagi mahasiswa.
"Melalui kerja sama ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan terlibat langsung dalam penelitian kolaboratif lintas negara. Ini menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas akademik dan kompetensi global mahasiswa FBiPK UB," beber Dr. Danny Dwi Saputra.
Kerja sama dengan KU Leuven juga menghasilkan pengembangan dua paper ilmiah kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi.
Kegiatan ini melibatkan tiga mahasiswa S1 Departemen Tanah FBiPK UB, empat mahasiswa S1 Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan FBiPK UB, satu mahasiswa S2 Program Studi Pengelolaan Tanah dan Air, satu mahasiswa S2 Agribisnis, serta dua mahasiswa S2 dari KU Leuven, Belgia.
Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian agroforestri vanili menjadi bentuk nyata komitmen FBiPK UB dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional dalam satu agenda akademik berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan WUR dan KU Leuven, FBiPK UB berharap dapat terus memperluas jejaring riset internasional, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, serta memperkuat kontribusi pengembangan agroforestri tropis Indonesia di tingkat global.
Dokumentasi FBiPK UB dalam agenda kolaborasi akademik dengan WUR Belanda dan KU Leuven Belgia.
***
Editor: YAN






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?