Dukung Peternak dan Pertanian, Mahasiswa Bina Desa Berdampak Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jawa Timur Rancang Panduan Bokashi Skala Rumahan
JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Bina Desa Berdampak dari Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur merumuskan formula praktis pembuatan pupuk bokashi skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menggunakan kombinasi kotoran sapi dan limbah pertanian, panduan ini dirancang agar mudah direplikasi secara mandiri oleh para peternak dan petani lokal di Desa Galengdowo, Jombang. Berikut adalah rincian kebutuhan komponen baku dan peralatan untuk satu siklus produksi bokashi skala rumahan:
Komponen Bahan Baku, Volume / Satuan, Alat Kerja yang Diperlukan
Kotoran Kambing, 5 Kg, Ember
Sekam Padi, 0,5 Kg, Terpal atau karung bekas
Abu Sekam, 0,5 Kg ,Sekop kecil (pengaduk)
Dedak Padi, 0,25 Kg, Alat penyemprot (sprayer)
Gula, 30 Sdm, Sarung tangan
Air, 5 Liter
Larutan Dekomposer, EM4 100 mL
Guna memastikan aktivitas fermentasi berjalan optimal dan menghasilkan pupuk berkualitas tinggi, para mahasiswa merangkum alur kerja ke dalam sembilan langkah taktis berikut:
1. Penghalusan: Haluskan kotoran kambing hingga memiliki ukuran yang lebih kecil
2. Pencampuran Kering: Campurkan kotoran kambing dengan limbah pertanian (sekam padi, abu sekam, dan dedak), lalu aduk hingga rata.
3. Aktivasi Dekomposer: Siapkan larutan EM4 dengan cara melarutkan gula ke dalam air sebagai nutrisi awal bagi mikroorganisme penunjang.
4. Inokulasi Bahan: Semprotkan larutan EM4 menggunakan sprayer sedikit demi sedikit ke dalam campuran bahan sambil diaduk. Pastikan tingkat kelembapan mencapai rentang 30–40% (indikatornya: ketika digenggam, bahan tidak meneteskan air tetapi terasa lembap).
5. Penyusunan Tumpukan: Tumpuk campuran bahan tersebut dengan ketinggian berkisar antara 20–30 cm, lalu tutup rapat menggunakan karung atau terpal dengan menyisakan sedikit celah udara (lubang ventilasi kecil).
6. Pemantauan Suhu (Aktivasi): Lakukan pengadukan berkala setiap 2–3 hari sekali. Jika tumpukan dirasa terlalu panas, buka penutup dan aduk agar suhunya turun. Sebaliknya, jika media terlalu kering, semprotkan sedikit air.
7. Masa Fermentasi: Proses fermentasi umumnya membutuhkan waktu sekitar 7–14 hari. Namun, untuk wilayah dengan suhu lingkungan yang cenderung dingin, proses ini dapat memakan waktu hingga 21 hari.
8. Indikator Keberhasilan: Pupuk bokashi yang telah matang dan siap pakai ditandai dengan perubahan warna menjadi cokelat kehitaman, teksturnya remah, tidak lagi terasa panas, serta mengeluarkan aroma khas fermentasi/tanah (tidak berbau busuk).
9. Aplikasi Lahan: Pupuk siap digunakan dengan cara ditaburkan di sekitar area perakaran tanaman atau dicampur langsung dengan tanah sebagai media dasar sebelum proses penanaman.
Melalui standarisasi formula rumahan ini, mahasiswa Bina Desa Berdampak Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jawa Timur berharap para peternak dan petani di Desa Galengdowo dapat menekan biaya produksi pertanian secara mandiri, sekaligus menjaga kelestarian hara tanah dari dampak akumulasi pupuk kimia sintetis.
Penulis :
1. Citra Dewi Anjaswari
2. Tifani Arromadloni
3. Herlina Purnama Sari
4. Ilham Shodiqin
5. Ndaru Adyono



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?