Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Sebut Haji 2026 Makin Nyaman, Apresiasi Peningkatan Layanan dari Madinah hingga Makkah

Admin JSN
21 Mei 2026 | 22.01 WIB Last Updated 2026-05-21T15:04:20Z
Anggota DPD RI, Lia Istifhama (kanan) mengapresiasi peningkatan layanan kepada jemaah Haji 2026./dok. Istimewa

MADINAH | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI, Lia Istifhama menyebut pelaksanaan Haji 2026 makin nyaman untuk jemaah Indonesia.

Menurut Senator Lia Istifhama, ada peningkatan signifikan terkait fasilitas dan pelayanan jemaah haji 2026.

Penyelenggaraannya dinilai mengalami peningkatan signifikan dalam aspek pelayanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga pendampingan jemaah.

Anggota Komite III DPD RI, Lia Istifhama, yang turut memantau langsung di Daerah Kerja (Daker) Madinah, mengungkap sejumlah perubahan positif yang dirasakan jemaah Indonesia.

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Rombongan Komite III DPD RI, Erni Daryanti, bersama para senator lainnya, yakni Abu Bakar Jamalia, Sewitri, Destita Khairilisani, Muhammad Rifki Farabi, Aji Mirni Mawarni, dan Jasin U Dilo.

Rombongan diterima oleh Staf Khusus Kementerian Haji dan Umrah, Andik Setiawan, serta Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman.

Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia ini, salah satu faktor yang membuat jemaah lebih nyaman adalah penempatan hotel yang terpusat.

"Jemaah saling berdekatan, yaitu semua berada di kompleks markaziyah sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman demi kelancaran ibadah," ungkapnya pada Rabu (20/5).

Peningkatan juga terlihat dari sisi konsumsi. Ia menyebut adanya efisiensi biaya sekaligus peningkatan kualitas. "Harga makan turun, tahun lalu 40 riyal, sekarang menjadi 36 riyal. Namun, gramasi porsi makanan justru ditingkatkan agar lebih memenuhi kebutuhan gizi jemaah," beber senator asal Jawa Timur tersebut.

Citarasa makanan menurutnya tetap menjadi perhatian utama. "Menu yang disajikan memenuhi taste nusantara, sehingga jemaah tetap merasa dekat dengan suasana Tanah Air meski berada di Tanah Suci," sambungnya.

Kemudian, Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, menyampaikan bahwa pelayanan tahun ini difokuskan pada kenyamanan jemaah, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).

"Kami menyiapkan sekitar 15 hingga 18 petugas khusus lansia di setiap kloter. Data jemaah yang membutuhkan kursi roda sudah kami petakan, sehingga layanan bisa diberikan secara cepat dan tepat," jelas Khalilurrahman.

Menurut Khalil, satu jemaah lansia akan didampingi minimal dua petugas untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama menjalankan ibadah, termasuk saat akses ke Raudhah yang telah diatur berbasis kloter.

"Kami juga memastikan layanan katering, pendampingan ibadah, hingga pengaturan jadwal Raudhah berjalan tertib. Lansia menjadi prioritas utama dalam pelayanan," lanjutnya.

Ia menegaskan, petugas haji difokuskan sepenuhnya untuk melayani jemaah. "Petugas tidak diprioritaskan berhaji. Mereka bertugas membantu, termasuk pelaksanaan badal bagi jemaah yang sakit atau tidak dapat mengikuti rangkaian ibadah di Arafah."

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah memastikan jemaah akan mendapatkan 15 porsi makanan siap santap (ready to eat/RTE) selama puncak haji, dengan distribusi terjadwal dan pengawasan ketat.

Selain konsumsi, sistem pelayanan jemaah juga mengalami pembaruan. "Petugas tidak diutamakan berhaji saat melaksanakan tugas, melainkan membantu badal rangkaian haji, seperti wukuf, bagi jemaah yang berhalangan. Kecuali bagi petugas yang memang belum pernah berhaji," terang Khalil.

Kemudahan lain juga dirasakan dalam pengelolaan logistik. "Koper jemaah langsung dibawa petugas sampai ke kamar masing-masing, sehingga sangat membantu, terutama bagi lansia," imbuhnya.

Bahkan, peningkatan layanan juga menyentuh aspek akomodasi. Jemaah haji reguler banyak yang ditempatkan di hotel bintang lima, dan menjadi peningkatan luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Layanan logistik turut diperkuat. Jemaah, khususnya lansia, tidak perlu membawa koper sendiri. Seluruh barang diantarkan langsung ke kamar masing-masing.

Khalil kemudian mengingatkan bahwa sejumlah amalan seperti arbain di Madinah bukanlah kewajiban haji, melainkan ibadah sunnah. "Yang terpenting adalah memastikan jemaah dapat menjalankan rukun dan wajib haji dengan baik. Kenyamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama," tandasnya.

Adapun puncak ibadah haji 2026 (1447 H) akan berlangsung pada Senin, 25 Mei hingga Sabtu, 30 Mei 2026.

Rangkaian ibadah ini berpusat di kawasan Armuzna yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang diawali dengan pergerakan jemaah ke Arafah pada 8 Zulhijah.

Pada 27 Mei 2026 yang bertepatan dengan 10 Zulhijah yaitu Hari Raya Idul Adha, jemaah melakukan lempar jumrah Aqabah di Mina. Tahap akhir yakni pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah), jemaah menginap (mabit) di Mina dan melempar jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah). ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Sebut Haji 2026 Makin Nyaman, Apresiasi Peningkatan Layanan dari Madinah hingga Makkah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now