Banner Iklan

Dosen PBA FITK UIN Malang Beri Materi Penguatan Kapasitas Pengabdian Dosen di UIN SATU Tulungagung

M. Kholilur Rohman
09 Mei 2026 | 16.11 WIB Last Updated 2026-05-09T09:11:42Z

 

Foto: Penguatan kapasitas pengabdian dosen

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengundang Dr. H. Syaiful Mustofa, M.Pd, MA dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pemateri review proposal pengabdian kepada masyarakat sekaligus memberi sentuhan materi penulisan karya ilmiah berbasis data pengabdian.

Kegiatan yang bertajuk ‘Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Program Studi’ ini dilaksanakan secara online pada tanggal 07 Mei 2026 diikuti para dosen yang mengajukan proposal pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2026.

“Tema pengabdian harus sesuai dengan bidang keilmuan masing masing dosen” ujar Syaiful memulai sambutannya.

Dosen PBA ini menjelaskan bahwa konsistensi tema riset dan pengabdian sangat diperlukan bagi masing-masing dosen untuk mendukung home base keilmuannya, menambah rekoqnisi institusi dan prodi.

Pemateri mengulas tentang metodologi Participatory Action Research (PAR) dan Asset Based Community Development (ABCD), kemudian menjelaskan outcome hasil pengabdian dalam bentuk karya ilmiah. Tahapan metode PAR meliputi tahap to Know, pengabdi harus mengetahui kondisi riil masyarakat. Tahap to Understand, pengabdi harus memahami problem masyarakat. Tahap to Plan, pengabdi harus merencanakan pemecahan masalah bersama masyarakat. Tahap to Act, pengabdi harus melakukan program aksi. Tahap to Change, pengabdi harus membangun kesadaran untuk perubahan dan keberlanjutan kegiatan. “Metode PAR menuntut keterlibatan masyarakat secara kuat dan keberlanjutan kegiatan secara terus menerus” ujar Syaiful.

Founder YaKareem Center ini menyarankan agar pengabdi merencanakan pengabdian selama tiga tahun berturut turut di lokasi dampingan agar hasilnya bisa maksimal dan dijadikan ‘komunitas atau Desa binaan’. Pengabdi harus melibatkan pemuda di lokasi dampingan dan mahasiswa yang punya talenta dan komitmen kuat dalam perubahan agar kegiatan dapat maksimal. Juga sebagai tambahan rekognisi bagi mahasiswa, institusi dan prodi untuk akreditasi.

Sedangkan tahapan metode ABCD meliputi; pertama discover, pengabdi harus menemukan aset komunitas, iventarisasi aset yang ada di lokasi dampingan, aset fisik dan non fisik. Aset fisik meliputi UMKM, sumber daya alam (SDA) sumber mata air, wisata, gedung pendidikan, masjid, musholla, dll. Aset non fisik meliputi sumber daya manusia (SDM), majlis ta’lim, kegiatan keagamaan, pendidikan, ormas, karang taruna dll. Kedua dream, pengabdi harus merancang mimpi dengan merencanakan program kegiatan bersama masyarakat. Ketiga design, pengabdi harus mendesain program/kegiatan dengan melakukan koordinasi bersama masyarakat. Keempat define deliver, pengabdi melaksanakan dan implementasi kegiatan bersama masyarakat. Kelima destiny, tindaklanjut dan perbaikan.

Dalam penutupan, pemateri memberi tips agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bisa efektif, efesien, dan hasilnya maksimal maka pengabdi harus membentuk kelompok kerja (Pokja) dan stakeholder yang terlibat dipilih yang mempunyai komitmen kuat untuk melakukan perubahan dan talenta pengabdian, misal pejabat penting di komunitas tersebut, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ketua adat, dan mahasiswa. Ia berharap dalam melaksanakan pengabdian harus maksimal dari hati yang tulus agar hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara nyata. Pengabdian berbasis hati nurani bukan berbasis anggaran. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen PBA FITK UIN Malang Beri Materi Penguatan Kapasitas Pengabdian Dosen di UIN SATU Tulungagung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now