Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Tim pengabdian Universitas Negeri Malang gelar Pelatihan Berbasis Pemberdayaan untuk Mengembangkan Kapasitas Guru dalam Merancang Pembelajaran Terintegrasi Literasi Numerasi di SMP Negeri 20 Malang. Kegiatan itu dilaksanakan pada Senin (27) kemarin.
Dalam praktik pendidikan modern, kemampuan tersebut justru perlu hadir dalam berbagai konteks pembelajaran lintas disiplin. Upaya memperkuat kemampuan literasi numerasi siswa tidak dapat hanya dibebankan pada satu mata pelajaran saja. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi terselenggaranya kegiatan.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) yang dipimpin oleh Dr. Rustanto Rahardi, M.Si., Adapun Anggota pengabdian Ini adalah Prof. Drs. Purwanto, Ph.D., Mahmuddin Yunus, S.Kom, M.Cs. bersama tim mahasiswa yang terdiri dari Apolonia Hendrice Ramda, Firdaus Adji Saputro, dan Meita Fitrianawati.
Foto: Suasana diskusi
Program itu bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mampu menumbuhkan kemampuan berpikir berbasis literasi dan numerasi pada siswa.
Pelatihan ini diikuti oleh para guru dari berbagai mata pelajaran di SMP Negeri 20 Malang. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami bahwa numerasi tidak hanya berkaitan dengan angka atau perhitungan matematika, tetapi juga mencakup kemampuan memahami data, menafsirkan informasi, serta memecahkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala SMP Negeri 20 Malang, Mastini, M.Pd, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program penguatan kapasitas guru seperti ini sangat penting dalam mendorong inovasi pembelajaran di sekolah.
Menurut Mastini, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kemampuan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Universitas Negeri Malang melalui kegiatan pengabdian ini. Guru-guru mendapatkan wawasan baru mengenai bagaimana mengintegrasikan literasi dan numerasi dalam pembelajaran secara lebih kontekstual," ujarnya.
Selain itu, Mastini juga menambahkan bahwa literasi numerasi saat ini menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu diperkuat dalam proses pembelajaran.
"Melalui kegiatan seperti ini, guru semakin memahami bahwa penguatan numerasi bukan hanya tanggung jawab guru matematika, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab seluruh guru dalam mendukung perkembangan kemampuan berpikir siswa," tambahnya.
Foto: Suasana pelatihan
Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi penguatan konsep mengenai literasi numerasi serta perannya dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Pada tahap ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana numerasi dapat diintegrasikan dalam berbagai konteks pembelajaran, mulai dari analisis data sederhana hingga pemecahan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sesi penguatan konsep, kegiatan dilanjutkan dengan workshop perancangan pembelajaran terintegrasi numerasi. Dalam sesi ini, para guru didampingi untuk menyusun desain pembelajaran yang mampu mengintegrasikan unsur numerasi dalam proses belajar mengajar.
Para peserta juga diajak mengembangkan berbagai perangkat pembelajaran, seperti modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), serta instrumen asesmen, yang dapat mendukung penguatan kemampuan numerasi siswa. Proses ini dilakukan secara kolaboratif sehingga para guru dapat saling bertukar gagasan dan pengalaman mengenai praktik pembelajaran di kelas.
Untuk memperkuat implementasi desain pembelajaran yang telah disusun, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi microteaching. Pada sesi ini, guru melakukan simulasi pembelajaran sebagai bentuk uji coba awal terhadap rancangan pembelajaran yang telah dibuat.
Melalui proses simulasi dan refleksi bersama, para peserta dapat mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran yang digunakan sekaligus melakukan penyempurnaan terhadap desain pembelajaran yang telah disusun. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong guru untuk terus melakukan refleksi serta pengembangan dalam praktik pembelajaran di kelas.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi antar guru dari berbagai bidang studi menjadi ruang yang produktif untuk menggali berbagai kemungkinan integrasi numerasi dalam mata pelajaran yang berbeda.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para guru diharapkan dapat mengimplementasikan rancangan pembelajaran yang telah disusun dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Hasil rancangan tersebut juga berpotensi menjadi kumpulan praktik baik pembelajaran literasi numerasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut di lingkungan sekolah. Selain itu, dikegiatan selanjutnya adalah pendampingan kegiatan program literasi numerasi di sekolah
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah melalui kegiatan pengabdian seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan. Dengan penguatan kapasitas guru, pembelajaran di sekolah tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang menjadi bekal penting bagi siswa di masa depan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?