Jatimsatunews.com, Mojokerto, Gema Nusantara – Pondok Pesantren Jin dan Manusia Al Mahribi yang berada di Dusun Tumpangsari Gang 02 RT 03 / RW 04, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan kegiatan penyembelihan dan pembagian hewan kurban pada Kamis (28/5/2026).
Kegiatan penyembelihan belasan ekor kambing, dan sapi kurban, dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan seluruh proses pembagian daging kurban selesai dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WIB. Prosesi berlangsung dengan khidmat serta melibatkan para jamaah dan santri pondok pesantren.
Ada hal menarik dan berbeda dalam pelaksanaan Hari Raya Kurban di Ponpes Al Mahribi. Tidak hanya menjalankan proses penyembelihan dan pembagian daging kurban seperti pada umumnya, namun kegiatan tersebut juga sarat dengan nilai spiritual dan makna pengorbanan.
Pengasuh Ponpes Al Mahribi, Kyai Haji Rakay Muhammad menyampaikan bahwa maknawiah dari peringatan Hari Raya Kurban adalah tentang pengorbanan dan keridhoan dalam semua segmen kehidupan
“Bagaimana orang tua berkorban untuk istrinya maupun suaminya, untuk anak-anaknya, serta bagaimana keridhoan seorang anak kepada orang tuanya. Itulah makna pengorbanan yang sesungguhnya,” ujar Kyai Rakay.
Menurutnya, proses penyembelihan dan pembagian hewan kurban di Ponpes Al Mahribi juga disertai doa-doa dan pelaksanaan sholat hajat bersama. Sholat tersebut ditujukan sebagai bentuk doa dan penghormatan spiritual terhadap hewan kurban yang diqurbankan, para penerima daging kurban, serta seluruh jamaah pondok pesantren.
“Tidak hanya berdoa, kami juga melaksanakan sholat hajat bersama , bukan hajat kami, namun hajat seluruh pengqurban di dunia, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa keberkahan bagi semuanya, bahwa berqurban adalah obat hebat anti miskin” jelasnya.
"Yang ber Qurban bahagia, penerima daging Qurban bahagia dan hewan Qurban nya pun bahagia" Tambah Kyai Rakay
Kyai Rakay Muhammad juga menegaskan bahwa, tradisi tersebut menjadi bagian dari nilai-nilai yang diajarkan di Ponpes Al Mahribi, yakni menanamkan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup, keikhlasan dalam berkorban, serta memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar dan jamaah pondok pesantren karena dinilai membawa pesan kemanusiaan, keikhlasan, serta kepedulian sosial yang mendalam di momentum Hari Raya Iduladha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?