Banner Iklan

Alumnus UMM Sempat Mengais Limbah di Eropa, Kini Jadi Bos Spa Beromzet Ratusan Juta

Admin JSN
19 Mei 2026 | 18.22 WIB Last Updated 2026-05-19T11:22:23Z
Galang, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang berhasil membuka usaha di Polandia./dok. UMM

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Alumnus Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2011, Galang harus merintis karirnya di Eropa dari titik terendah, yakni dengan memeras keringat sebagai petugas kebersihan gudang dan mengurus sisa limbah demi bertahan hidup.

Setelah perjuangan tersebut, kini Galang membangun bisnis spa beromzet ratusan juta rupiah per bulan di Polandia.

Keberangkatannya ke Eropa pada Mei 2021 bukanlah perjalanan yang mulus. Setelah berkali-kali gagal menembus visa kerja ke Australia, Selandia Baru, dan Kanada sejak 2017, ia membidik Polandia yang saat itu minim lirikan pekerja Indonesia.

Setibanya di sana, kenyataan keras langsung menyapanya. Galang mengungkapkan bahwa pengalaman awalnya di Eropa sangatlah berat karena ia harus bekerja kasar tanpa modal bahasa asing yang mumpuni.

"Sesampainya di Polandia, saya bekerja sebagai petugas kebersihan gudang tanpa membutuhkan kemampuan bahasa khusus. Mulai dari membersihkan area produksi, mengangkut kardus, hingga membersihkan sisa limbah kerja setiap hari. Pengalaman itu memang berat, tetapi justru menjadi fase penting untuk belajar bertahan, memahami budaya kerja Eropa, dan membentuk mental sebagai perantau," ungkap Galang dalam rilis UMM, Selasa (19/5).

Galang enggan selamanya menjadi pekerja kasar, maka ia beralih profesi menjadi pegawai di sebuah restoran kebab selama hampir tiga setengah tahun.

Di sanalah ia mulai menyerap bahasa Polandia, sistem pajak, legalitas usaha, dan celah bisnis di Eropa. Ia menyadari bahwa kesuksesan di luar negeri membutuhkan kejelian melihat peluang, bukan sekadar bekerja dan menerima gaji.

"Banyak orang datang ke luar negeri hanya bekerja biasa, tapi ada juga yang mencoba membangun sesuatu yang lebih besar," ujarnya.

Peluang emas itu ia temukan pada bisnis relaksasi bertema Asia yang masih langka di Polandia. Galang kemudian menggandeng terapis asal Bali untuk merintis usaha spa, meski harus membagi waktu dengan pekerjaannya di restoran kebab.

Ia menjelaskan bahwa membuka usaha di Eropa menuntut pemahaman regulasi yang sangat ketat dan perhitungan finansial yang matang.

"Membangun usaha di Eropa tidak sesederhana membuka bisnis di Indonesia. Saya harus memahami regulasi yang sangat detail, mulai dari pajak perusahaan, keamanan pelanggan, administrasi usaha, hingga kewajiban menggunakan jasa lawyer dan akuntan," jelasnya.

Kini, berkat insting bisnis yang telah terasah sejak menjadi sales di Indonesia, usaha Tera Thai Salon Day Spa miliknya melesat. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, bisnis tersebut meraup omzet Rp500 hingga Rp600 juta per bulan dan bersiap membuka cabang baru di Kota Gdansk.

Kisah inspiratif Galang ini memberikan pesan kuat bagi generasi muda bahwa kesuksesan di negeri orang bukanlah undian berhadiah, melainkan hasil dari ketahanan mental, kemauan beradaptasi, dan keberanian mengambil risiko.

"Kadang kita tidak pernah tahu rezeki ada di mana kalau tidak berani mencoba dan terus belajar," tegas Galang. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Alumnus UMM Sempat Mengais Limbah di Eropa, Kini Jadi Bos Spa Beromzet Ratusan Juta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now