![]() |
| Abdul Aziz SH., dan Nadianto SH., MH., memberi pesan strategis kepada generasi muda masa kini di Sumenep./dok. Istimewa |
SUMENEP | JATIMSATUNEWS.COM - Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, menggelar diskusi buku ilmiah karya Sahabat Qudsiyanto, S.H.,M.H yang berjudul 'Generasi Kontemporer: Diskursus Pemuda Era Disrupsi' di auditorium Universitas Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, 2 Mei 2026.
Kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026, yang dikemas dengan diskusi mahasiswa dan narasumber yang berkompeten di bidangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Aziz, S.H yang kini tengah mengemban amanah sebagai Komisioner KPU Kabupaten Sumenep memberikan pesan-pesan strategis bagi generasi muda, sebagai bekal di masa yang akan datang.
"Untuk mencapai misi dan target yang dicita-citakan, generasi hari ini perlu memegang teguh etika dan konsistensi atau fokus. Sebab, era disrupsi yang hadir menawarkan tantangan dan peluang, kalau tidak menjaga 2 hal tersebut, generasi muda hanya akan menjadi objek perkembangan zaman," ucap Aziz.
Pada momen sama, Nadianto, S.H.,M.H selaku Managing Partner dan Founder PBH Jatim juga menyampaikan bahwa anak muda saat ini tak perlu terlalu banyak wacana, karena sejumlah fasilitas mudah diakses dan dimanfaatkan.
"Digitalisasi berkembang pesat, sangat mudah sekali untuk melakukan berbagai macam hal. Jangan hanya sebatas wacana lalu melayang tanpa eksekusi. Selain itu juga penting bagi anak-anak muda hari ini untuk berkelompok, seperti belajar dalam berkelompok, aksi dalam berkelompok, dalam rangka saling berkoordinasi dan mengevaluasi diri," ujar Nadianto.
Perlu diketahui bahwa, dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh banyak pihak, seperti narasumber yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.
Ada penulis buku, Muhammad Nihwan, M.Pd., selaku Kaprodi serta sejumlah civitas akademika dan mahasiswa-mahasiswa aktif Universitas Annuqayah.
Menurut pihak penyelenggara, hal ini menjadi pertanda, bahwa kegiatan diskusi ilmiah merupakan bagian dari urgensi pendidikan, serta memperkaya keilmuan yang dapat diramu sebagai bekal bagi beberapa generasi untuk hari ini maupun yang akan datang. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?