Banner Iklan

Wabup Sidoarjo Apresiasi Wisata Petik Klengkeng, Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur

02 April 2026 | 22.56 WIB Last Updated 2026-04-02T15:56:49Z

Jatimsatunews.com, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengapresiasi keberadaan wisata petik buah klengkeng di Yulianto Garden Farm yang berlokasi di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan.
Kebun tersebut menjadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta buah klengkeng karena pengunjung dapat menikmati buah langsung dari pohonnya. Saat ini, Yulianto Garden Farm tengah memasuki masa panen yang telah dibuka sejak dua minggu terakhir.
Pada Selasa (31/3), Wabup Mimik Idayana berkesempatan mencoba langsung sensasi memetik dan menikmati buah klengkeng dari pohonnya. Ia mengaku terkesan dengan rasa buah yang manis, berdaging tebal, serta berbiji kecil. Bahkan, ia turut memborong beberapa kilogram hasil panen dari dua pohon yang dipetiknya.
“Rasanya manis, bijinya kecil. Ternyata ini klengkeng unggulan Indonesia yang harus kita budidayakan,” ujarnya.
Jenis klengkeng yang ditanam di kebun tersebut adalah varietas New Cristal yang dikenal sebagai salah satu klengkeng unggulan nusantara.
Wabup Mimik juga menilai keberadaan wisata petik klengkeng ini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Menurutnya, kreativitas pemilik kebun dalam memanfaatkan lahan tidur aset Tanah Kas Desa (TKD) patut menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Ini bisa menjadi percontohan di setiap kecamatan untuk memanfaatkan lahan TKD atau lahan tidur di Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik kebun, Yulianto, menyampaikan bahwa Yulianto Garden Farm telah berdiri sejak empat tahun lalu, dan tahun ini merupakan panen kedua. Di lahan seluas 1,2 hektare tersebut, terdapat sekitar 300 pohon klengkeng varietas New Cristal.
Ia memperkirakan hasil panen kali ini mencapai 4 hingga 5 ton. Buah klengkeng dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram, dengan pengunjung yang datang dari berbagai daerah seperti Kediri, Tulungagung, Batu, Malang, Surabaya, hingga Pasuruan.
“Sudah dua minggu kami buka, dan pengunjung terus berdatangan dari berbagai daerah,” ujarnya.
Yulianto menjelaskan bahwa kebunnya memang difokuskan sebagai wisata petik buah sekaligus sarana edukasi. Ia ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perbedaan varietas klengkeng serta cara budidaya yang benar.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap semua jenis klengkeng sama, padahal terdapat varietas untuk komersial dan hias, seperti klengkeng merah (ruby longan). Selain itu, pohon klengkeng juga memerlukan perlakuan khusus agar dapat berbuah.
“Masyarakat masih banyak yang belum paham. Pohon klengkeng itu harus dibuahkan atau dibooster. Kalau tidak, meskipun sudah puluhan tahun, bisa saja tidak berbuah,” jelasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wabup Sidoarjo Apresiasi Wisata Petik Klengkeng, Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now