![]() |
| Sebuah terobosan dilakukan UMM dengan menyiapkan Beasiswa Aktivis untuk mengakui Organisasi Mahasiswa sebagai prestasi./dok. UMM |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Sebuah terobosan dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang akan menyiapkan Beasiswa Aktivis untuk mengakui Organisasi Mahasiswa juga dapat menjadi jalan prestasi.
Terobosan ini terungkap lewat agenda yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM bertajuk 'Dialektika Kampus Putih' di Convention Hall Sengkaling Kuliner, Sabtu (4/4).
Forum ini berlangsung hangat dan menjadi ruang silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus wadah dialog terbuka antara pimpinan universitas dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa).
Selain membangun komunikasi, kegiatan ini juga menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat dukungan terhadap aktivitas mahasiswa.
Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T., menegaskan bahwa UMM terus berupaya mendorong pengembangan mahasiswa melalui berbagai program pendampingan dan fasilitasi kegiatan.
"UMM berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kemahasiswaan. Seperti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mahasiswa kami fasilitasi mulai dari pendampingan hingga pelaksanaan. Kalau mahasiswa mengikuti lomba akademik maupun non-akademik, pasti kami dukung," ungkap Nur Subeki.
Komitmen tersebut juga diperkuat dengan rencana kebijakan baru yang tengah disiapkan kampus.
Menurutnya, kampus putih akan menyiapkan mekanisme beasiswa khusus bagi mahasiswa aktivis, baik yang tergabung dalam BEM, Senat, Himpunan Mahasiswa, maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Mahasiswa aktivis juga akan dikategorikan sebagai mahasiswa berprestasi, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam pengembangan organisasi dan kepemimpinan.
Pada momen ini, Presiden Mahasiswa UMM Wahyuddin Fahrurrijal menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi formal, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara mahasiswa dan pimpinan kampus.
"Tujuan acara ini sebenarnya ajang halal bihalal sehabis lebaran, sekaligus silaturahmi dengan pimpinan dan organisasi kemahasiswaan. Di sini juga diagendakan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi maupun keluhan dari teman-teman Ormawa," ucap Wahyuddin.
Selama satu periode kepengurusannya, ia menyebut BEM UMM telah merancang dan melaksanakan berbagai program kerja yang berfokus pada kebutuhan mahasiswa.
"Berbagai program kerja sudah kami rancang dan alhamdulillah banyak yang terlaksana. Ini menuju penghujung periode, dan program-program tersebut kami jalankan untuk mahasiswa berdasarkan kebutuhan mereka," bebernya.
Wahyuddin juga mengajak mahasiswa untuk lebih aktif terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, partisipasi di Ormawa tidak hanya memperkaya pengalaman, tetapi juga menjadi bekal penting untuk masa depan.
"Harapannya teman-teman lebih aware bahwa kegiatan Ormawa memberikan manfaat untuk perkuliahan maupun pekerjaan. Pengalaman soft skill yang didapatkan akan menjadi bekal ke jenjang selanjutnya," tegasnya.
Melalui Dialektika Kampus Putih, UMM menegaskan bahwa ruang dialog antara mahasiswa dan pimpinan kampus akan terus diperkuat.
Selain menjadi sarana aspirasi, forum ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan aktivitas kemahasiswaan berkembang sejalan dengan visi kampus yang mendorong mahasiswa aktif, berprestasi, dan berdampak. ***
Editor: YAN
Baca juga: PPG UMM Soroti Sisi Negatif AI di Dunia Pendidikan dan Tegaskan Pentingnya Keteladanan Guru



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?