SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama mengungkap peran Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian LPG 3 Kilogram Jawa Timur yang dibentuk Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Meski disibukkan oleh agenda di Jakarta, senator asal Jawa Timur ini juga mengikuti kabar terbaru dari Jatim, salah satunya mengenai distribusi LPG 3 kg yang menjadi perhatian pemerintah provinsi.
Keberadaan Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian LPG 3 kg ini kemudian menjadi perhatian Lia. Ia pun menyebut pembentukan tim ini sebagai salah satu wujud perhatian serius pemerintah daerah di tengah meningkatnya kebutuhan energi subsidi bagi masyarakat.
Pembentukan tim ini diapresiasi Lia Istifhama dan dinilai sebagai bentuk komitmen nyata Pemprov Jatim dalam memastikan distribusi LPG berjalan efektif, tepat sasaran, dan transparan.
Tim ini dibentuk juga berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 yang ditetapkan pada Maret 2025.
Lia kemudian mengetahui bahwa tim koordinasi ini mempunyai peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan LPG subsidi, terutama bagi kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada energi tersebut.
"LPG subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, distribusinya harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan," ucapnya pada Selasa (7/4), di sela-sela agenda penting bersama Komite III DPD RI.
Kelompok masyarakat seperti rumah tangga, pelaku UMKM, petani, hingga nelayan disebut Lia merupakan pengguna utama LPG 3 kilogram yang harus dipastikan mendapatkan akses secara adil.
Tim koordinasi pun bertugas memperketat pengawasan distribusi guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga di lapangan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memastikan LPG subsidi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Tim koordinasi tidak hanya bekerja di tingkat provinsi, tetapi juga menjalin sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Tugas tim mencakup sosialisasi kebijakan distribusi LPG kepada masyarakat, serta melakukan pembinaan dan pengawasan bersama tim di tingkat kabupaten/kota dalam satu wilayah maupun lintas daerah.
Selain distribusi, tim juga melakukan evaluasi secara berkala, termasuk monitoring penggunaan LPG 3 kilogram yang masih ditemukan tidak sesuai peruntukannya, seperti digunakan oleh sektor hotel, restoran, dan kafe.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
"Tim ini menjadi garda terdepan dalam memastikan distribusi LPG berjalan efektif dan akuntabel," imbuh Lia.
Mengenai laporan dari masyarakat Kabupaten Banyuwangi yang sempat kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram, Lia juga mengetahuinya. Namun, hal ini telah ditangani dan diketahui pula penyebabnya bukan karena kelangkaan melainkan sempat ada kendala saat distribusi.
"Beberapa waktu lalu memang sempat ada laporan kesulitan LPG di Banyuwangi. Namun, itu bukan karena stok tidak tersedia," ujarnya.
Ia melanjutkan, bahwa pembentukan tim koordinasi ini menjadi langkah penting dalam memperbaiki tata kelola distribusi LPG subsidi di Jawa Timur.
Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan ia harapkan dapat terus bersinergi untuk menjaga keadilan distribusi energi bagi masyarakat.
Bersama tim koordinasi tersebut, Lia berharap pengawasan distribusi dapat lebih ketat dengan koordinasi yang terstruktur. Distribusi LPG 3 kilogram juga diharapkan makin tepat sasaran dan mampu mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat kecil. ***
Editor: YAN
Baca juga: Senator Lia Apresiasi Langkah Gubernur Khofifah Bentuk Tim Koordinasi LPG 3 Kg



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?