Banner Iklan

Rumah Tangga Penyumbang Sampah Terbesar di Pasuruan, DPRD Mahdi Haris Dorong Penanganan dari Hulu

Anis Hidayatie
03 April 2026 | 23.54 WIB Last Updated 2026-04-03T16:54:57Z

 


DPRD Mahdi Haris Sebut Rumah Tangga Penyumbang Sampah Terbesar di Pasuruan,Dorong Penanganan dari Hulu

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Persoalan sampah di Kabupaten Pasuruan kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi Golkar, Mahdi Haris, menyebut rumah tangga sebagai penyumbang terbesar sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut disampaikan Mahdi Haris dalam perbincangan Podcast Jawara bersama media JatimSatuNews yang digelar pada Selasa pagi, 30 Maret 2026, di ruang rapat Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Pasuruan, dengan tema Lingkungan Hidup.

Dalam diskusi tersebut, Mahdi mengungkapkan bahwa dua TPA utama di Kabupaten Pasuruan yakni TPA Baujeng dan TPA Wonokerto mengalami peningkatan volume sampah yang cukup signifikan, dan sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga.

"Harus diakui bahwa penyumbang terbesar sampah adalah rumah tangga," ujar Mahdi Haris.

Penanganan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga

Mahdi menegaskan bahwa solusi utama untuk mengatasi persoalan sampah adalah dengan memulai pengelolaan dari hulu, yakni dari rumah tangga. Jika masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah sejak awal, maka beban TPA dapat berkurang secara signifikan.

Menurutnya, peran ibu rumah tangga juga sangat penting dalam mengurangi volume sampah, salah satunya melalui program bank sampah.

"Kalau dari hulu sudah ditangani maka TPA tidak akan overload karena sudah diselesaikan di hulu. Kalau para ibu rumah tangga sudah mengikuti bank sampah, tentu dari sampah rumah tangga tidak akan sebesar ini," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan memilah sampah dan memanfaatkannya kembali menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi tumpukan sampah.

"Memilih dan memilah dari rumah lalu memanfaatkan sampah ini jalan terbaik mengurangi volume sampah," tambahnya.

Limbah Industri Jadi Tantangan Kedua

Selain sampah rumah tangga, Mahdi juga menyoroti persoalan limbah industri yang menjadi tantangan lain dalam menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, persoalan tersebut harus ditangani secara bijak karena di satu sisi daerah juga membutuhkan investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Selain sampah rumah tangga, problem utama yakni limbah industri. Ini seperti dua sisi mata uang. Karena kita juga butuh investasi, sehingga pembinaan kekeluargaan menjadi pilihan agar para perusahaan ikut menjaga lingkungan," ujarnya.

Wacana Reward untuk Perusahaan Ramah Lingkungan

Dalam kesempatan tersebut, Mahdi Haris juga menyampaikan wacana pemberian reward atau penghargaan kepada perusahaan yang peduli terhadap lingkungan hidup.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong perusahaan untuk lebih aktif dalam pengelolaan limbah dan menjaga kelestarian lingkungan.

"Kemungkinan memberikan reward juga menjadi wacana usulan terhadap perusahaan yang peduli lingkungan," katanya.

Komitmen DPRD untuk Lingkungan Berkelanjutan

Melalui podcast tersebut, Mahdi Haris menegaskan komitmen Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mulai peduli terhadap lingkungan dari rumah masing-masing.

"Kalau semua rumah tangga peduli lingkungan, maka persoalan sampah bisa dikurangi dan Kabupaten Pasuruan bisa menjadi daerah yang bersih dan sehat," pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rumah Tangga Penyumbang Sampah Terbesar di Pasuruan, DPRD Mahdi Haris Dorong Penanganan dari Hulu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now