Foto: Rihlah menjelajahi gua tempurung
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Sepuluh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam Grup Dasavartha mengikuti kegiatan rihlah bersama keluarga besar Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi (MIA), Malaysia. Rihlah kali ini dengan menjelajahi Gua Tempurung pada Sabtu (05) kemarin.
Kegiatan itu merupakan bagian dari pengalaman mereka sebagai peserta International Internship Program yang difasilitasi oleh International Office and Student Affairs (IOSA) FITK UIN Malang. Tidak sekadar wisata, rihlah ini menjadi sarana pembelajaran luar kelas yang menantang sekaligus mempererat kebersamaan antara mahasiswa, santri, serta para pengasuh Maahad.
Rombongan berangkat sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat menggunakan satu bus dan dua mobil van. Perjalanan diawali dengan salat Subuh dan sarapan bersama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gua Tempurung yang terletak di Gopeng, Perak.
Setibanya di lokasi, peserta mendapatkan pengarahan dari pemandu wisata terkait jalur, rintangan, serta standar keselamatan selama menjelajahi gua. Dengan penuh semangat, rombongan kemudian memulai petualangan menyusuri salah satu gua batu kapur tertua di Malaysia yang memiliki panjang sekitar 1,3 kilometer.
Selama kurang lebih 3 hingga 4 jam, Grup Dasavartha bersama peserta lainnya menghadapi berbagai tantangan di dalam gua, mulai dari berjalan di bebatuan licin, menyusuri aliran sungai bawah tanah, hingga merangkak dan meluncur di batu alami. Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa.
“Ini pengalaman yang tidak akan pernah kami lupakan. Rasanya campur aduk antara takut dan senang, tapi sangat berharga,” ujar salah satu anggota Dasavartha.
Selain menjadi aktivitas fisik yang menantang, perjalanan ini juga menjadi momen refleksi spiritual dengan menyaksikan langsung keindahan ciptaan Allah di dalam perut bumi.
Kegiatan rihlah ini tidak hanya memberikan kesegaran setelah rutinitas asistensi mengajar, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan rasa syukur. Interaksi intens selama perjalanan mempererat ukhuwah antara mahasiswa dan santri, sekaligus memperkaya pengalaman lintas budaya yang menjadi tujuan utama program internasional ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?