Banner Iklan

Kadispussipda Ir. Yayuk Hermiati Takjub Peserta Lomba Bertutur

Anis Hidayatie
28 April 2026 | 13.36 WIB Last Updated 2026-04-28T06:40:50Z


Kadispussipda Ir. Yayuk Hermiati nyatakan Lomba Bertutur Jadi Momentum Bangkitkan Literasi dan Kearifan Lokal Anak Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang kembali menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Malang pada 27–28 April 2026. Kegiatan yang sempat vakum sejak 2019 ini menjadi tonggak kebangkitan literasi anak-anak pascapandemi, sekaligus upaya menghidupkan kembali cerita berbasis kearifan lokal.

Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, Ir. Yayuk Hermiati, mengungkapkan bahwa pada awal pembukaan, jumlah peserta sempat belum memenuhi kuota. Namun, setelah dilakukan sosialisasi lebih luas ke berbagai sekolah, antusiasme meningkat signifikan hingga mencapai 126 peserta.

“Awalnya memang kurang, mungkin karena kegiatan ini sudah lama tidak digelar. Tapi setelah kami tingkatkan eksposur, akhirnya peserta melampaui target. Ini membuktikan bahwa potensi anak-anak sebenarnya luar biasa,” ujarnya.

Dari total pendaftar, panitia melakukan seleksi melalui video berdurasi maksimal 10 menit, kemudian menyaring menjadi 50 finalis terbaik untuk tampil di babak akhir. Peserta berasal dari siswa kelas 4 dan 5 SD, baik negeri maupun swasta.

Menariknya, sistem penjurian mengedepankan pemerataan. Meskipun satu sekolah dapat mengirim lebih dari satu peserta, pada tahap juara hanya akan dipilih satu perwakilan terbaik dari masing-masing sekolah agar kesempatan berprestasi lebih merata.


Menurut Yayuk, kualitas penampilan peserta tahun ini sangat menakjubkan. Ia bahkan mengaku terharu saat menyaksikan langsung kemampuan bertutur anak-anak yang dinilai begitu natural, ekspresif, dan penuh imajinasi.

“Saya mendengarkan langsung penampilan mereka, dan itu luar biasa. Cara mereka memainkan suara, mengekspresikan cerita, hingga membangun imajinasi sangat bagus. Ini bukan karena paksaan, tapi karena mereka menikmati prosesnya,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kegiatan ini sebagai solusi terhadap menurunnya minat baca di kalangan anak-anak. Salah satu penyebabnya, menurut Yayuk, adalah bahan bacaan yang kurang menarik. Karena itu, lomba bertutur yang mengangkat cerita lokal dinilai menjadi pendekatan efektif untuk menumbuhkan kembali minat literasi.

“Kita ingin anak-anak tidak hanya membaca, tapi juga mampu mengekspresikan isi bacaan. Apalagi yang diangkat adalah cerita kearifan lokal, sehingga mereka tetap mengenal budaya sendiri di tengah arus modernisasi,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah menarik, termasuk Rp3 juta untuk juara pertama. Pemenang juga akan mewakili Kota Malang ke tingkat Provinsi Jawa Timur pada September mendatang, dengan peluang melaju hingga tingkat nasional.

Ke depan, kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan, bahkan berpotensi diperluas ke jenjang SMP. Hal ini mengingat besarnya potensi generasi muda dalam bidang literasi dan storytelling.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Bahkan ke depan bisa dikembangkan ke tingkat SMP, karena ini sangat positif untuk membentuk generasi yang kreatif dan literat,” tegas Yayuk.

Melalui kegiatan ini, Dispussipda Kota Malang tidak hanya mendorong peningkatan minat baca, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang mampu mengangkat dan melestarikan budaya lokal melalui cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan semangat “Perpustakaan hadir demi martabat bangsa,” sebagaimana diusung Kepala Perpustakaan Nasional Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa literasi tetap menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul di masa depan. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kadispussipda Ir. Yayuk Hermiati Takjub Peserta Lomba Bertutur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now