![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama mengharapkan 'Transformasi Menuju Masa Depan' menjadi kenyataan dalam momentum Hari Jadi ke-120 tahun Kota Blitar./dok. Istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Jawa Timur, Lia Istifhama menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-120 Kota Blitar yang diperingati pada 1 April 2026.
Ucapan tersebut disampaikan Lia Istifhama sebagai bentuk apresiasi sekaligus harapan atas kemajuan dan transformasi kota yang dikenal sebagai Kota Proklamator.
Pada momentum ini, Senator Lia Istifhama menekankan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi untuk melangkah ke depan.
Menurutnya, tema 'Transformasi Menuju Kota Masa Depan' menjadi penegasan bahwa Kota Blitar harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai sejarah dan kearifan lokal.
"Peringatan hari jadi ini adalah momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kota Blitar yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Transformasi tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik," ucap senator yang akrab disapa Ning Lia pada Rabu (1/4) di Surabaya.
Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan juga diharapkan dapat terus diperkuat agar visi besar pembangunan kota dapat tercapai secara berkelanjutan.
Selain Lia Istifhama, ucapan selamat juga datang dari anggota DPD RI Jawa Timur lainnya, termasuk La Nyalla Mahmud Mattalitti.
La Nyalla Mattalitti mendorong Kota Blitar untuk terus berkembang sebagai daerah yang memiliki nilai historis kuat sekaligus potensi ekonomi yang menjanjikan.
Memasuki usia ke-120 tahun, Kota Blitar juga diharapkan Lia mampu terus bertransformasi menjadi kota masa depan yang modern, namun tetap berakar pada jati diri dan sejarahnya sebagai salah satu kota penting di Indonesia.
Merujuk situs resmi Pemkot Blitar, Hari Jadi Kota Blitar berdasarkan pembentukan dari pemerintah Hindia Belanda sebagai Gemeente (kotapraja) pada 1 April 1906.
Kemudian, terdapat salah satu peristiwa bersejarah di Blitar pada 14 Februari 1945, yakni perlawanan PETA (Pembela Tanah Air) di bawah pimpinan Soeprijadi melawan Jepang, yang menginspirasi perjuangan kemerdekaan dari skala daerah.
Blitar kemudian dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, yang makamnya berada di kota ini. Maka, disebutlah sebagai Kota Proklamator.
Saat ini, Blitar dibagi menjadi dua wilayah administratif yaitu Kabupaten Blitar dan Kota Blitar, dengan latar belakang potensi sejarah, budaya, dan agrowisata yang kuat. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?