![]() |
| Anggota DPD RI, Lia Istifhama berpantun ria dalam reuni akbar alumni MAFASH UINSA di Sport Centre, Surabaya (11/4)./dok. Istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama turut hadir dalam Reuni Akbar 4 Majelis Alumni Fakultas Syariah dan Hukum di Sport Centre Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (11/4).
Gedung Sport Centre UINSA pun kembali menjadi ruang penuh kenangan bagi alumni termasuk Senator Lia Istifhama.
Reuni sekaligus halal bihalal ini berlangsung meriah dengan menghadirkan alumni lintas generasi dalam suasana hangat, akrab, dan sarat nostalgia.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya DPR RI Ida Fauziah dan DPD RI Lia Istifhama.
Hadir pula seluruh alumnus dan jajaran akademisi dan tokoh, seperti Suqiyah Musyafaah, Salam Nawawi, Faisol Munif, Muhkarom, dan Khubby Ali Rohmad.
Kemudian Mohersyad, Ilfi Nur Diana, Nurul Maulidiyah, Ummu Laila, serta Khoirul Huda.
Lia Istifhama selaku Ketua Panitia Reuni Akbar MAFASH 2026 mengenang masa-masa kuliahnya di UINSA.
Ia menyebut, alumni dari angkatan 1971 hingga 2010 memiliki kenangan yang tak terlupakan selama menempuh pendidikan.
"Di bawah rindangnya pepohonan kampus dan lorong-lorong yang penuh kenangan, suasana reuni terasa emosional. Para alumni seolah kembali ke masa lalu, mengenang perjalanan akademik yang membentuk jati diri mereka hari ini," ungkap Lia dalam sambutannya.
Suasana makin semarak saat Ning Lia menyelipkan pantun dalam sambutannya yang mengundang tawa dan tepuk tangan hadirin.
"Bang rojali pergi ke Eropa beli bakwan. Senang sekali berjumpa Ibu Ida yang cantik rupawan," ujar Ning Lia, sapaannya.
"Makan pindang dibungkus daun pepaya. Meski hanya memandang, hatiku sudah bahagia," lanjut pantunnya.
"Beli gula di Kota Surabaya. Biar aku yang mengalah asal kau bahagia," pantun berikutnya dari Ning Lia.
"Nasi bungkus aromanya bisa bikin gagal fokus. Cari yang tulus jangan cuma lihat fulus," timpalnya lagi.
![]() |
| Ning Lia di tengah teman-temannya dalam reuni akbar alumni Fakultas Syariah dan Hukum UINSA (11/4). |
Pantun-pantun yang disampaikan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral tentang ketulusan dan kebersamaan. Dan kala menutup sambutan, senator asal Jatim ini kembali menyampaikan pantun yang disambut senyum alumni.
"Ikan patin ikan betutu. Tetap telaten, insyaallah bahagia selalu," ucapnya, mengajak alumni tetap bersemangat dalam menjalani rutinitasnya di berbagai bidang.
Sekjen MAFASH Khubby Ali mengatakan Reuni Akbar ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi yang berkelanjutan demi kemajuan almamater di masa mendatang.
Lalu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UINSA, Suqiyah Musyafaah, menyampaikan bahwa reuni akbar ini berdampak positif dalam memperkuat jejaring alumni sekaligus mendukung pengembangan fakultas.
Suqiyah menegaskan, pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas program studi yang kini banyak meraih akreditasi unggul, serta merencanakan pengembangan program baru seperti Ilmu Falak.
Kemudian, Ketua Ikatan Alumni UINSA Ida Fauziah menilai reuni ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi intelektual dan emosional antaralumni.
"Kita memiliki alumni dengan peran masing-masing. Melalui forum seperti ini, kita bisa saling menguatkan dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi almamater," tegas Ida. ***
Editor: YAN
Baca juga: Persiapan Reuni MAFASH UINSA 2026




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?