PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Grand Final Putra Putri Batik Pasuruan Raya 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat budaya. Ajang yang mempertemukan peserta dari Kota dan Kabupaten Pasuruan ini melahirkan sosok pemenang yang mencuri perhatian publik, termasuk Putri Batik berdarah Afrika, buah hati legenda sepak bola Indonesia, Zah Rahan Krangar.
Putri Batik bernama Nathania Carlene Zahrah Krangar akrab dipanggil Alin sukses memukau dewan juri melalui wawasan budaya, kemampuan komunikasi, serta komitmennya dalam mempromosikan batik Pasuruan kepada generasi muda.
Ketua Dekranasda, istri Walikota Pasuruan Firdaus Adi Wibowo bersama Erri Wahyu Sekretaris PKK Kabupaten Pasuruan sekaligus pengurus Dekranasda Kabupaten Pasuruan.Dalam sesi tanya jawab, Ketua Dekranasda Kota Pasuruan, Firdaus Adi Wibowo, mengajukan pertanyaan mengenai peran Putra Putri Batik sebagai agen perubahan di masyarakat.
Dengan percaya diri, Alin menjawab dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
“Saya ingin memperkenalkan filosofi dan proses membatik kepada generasi muda. Saya ingin menjadi jembatan antara pengrajin batik dan generasi muda serta membantu meningkatkan brand batik Pasuruan.”
Jawaban tersebut disambut tepuk tangan meriah dan menjadi salah satu faktor penentu kemenangan Alin sebagai Putri Batik Pasuruan 2026.
Sementara itu, gelar Putra Batik Pasuruan 2026 diraih oleh Dava, yang memiliki nama lengkap Anugerah Rafi Ardava, pelajar SMA PGRI Kota Pasuruan.
Dava berhasil meraih juara pertama berkat gagasan program inovatif bertajuk MBAFA, yang menjadi aplikasi unggulannya dalam kompetisi tersebut. Program ini dinilai memiliki potensi dalam mendukung promosi dan pengembangan batik Pasuruan di era digital.
Diketahui, Alin merupakan putri dari Zah Rahan Krangar, mantan pemain sepak bola profesional asal Liberia yang dikenal sebagai salah satu gelandang asing terbaik dalam sejarah Liga Indonesia.
Zah Rahan pernah memperkuat Persekabpas Pasuruan pada periode 2005–2006 dan mencatat prestasi gemilang dengan membawa tim promosi hingga menembus semifinal Liga Indonesia 2006.
Lahir di Monrovia, Liberia pada 7 Maret 1985, Zah Rahan dikenal sebagai pemain dengan teknik tinggi dan visi permainan yang tajam. Kini semangat prestasi tersebut tampaknya menurun kepada sang putri yang membawa kebanggaan baru bagi Pasuruan melalui jalur budaya.
Acara Grand Final juga dihadiri oleh Erri Wahyu selaku Sekretaris PKK Kabupaten Pasuruan sekaligus pengurus Dekranasda Kabupaten Pasuruan.
Erri Wahyu menyampaikan kesan mendalam terhadap seluruh peserta
"Seluruh peserta telah menampilkan kemampuan terbaiknya, baik dari segi wawasan, kepribadian, maupun kecintaan terhadap batik serta menunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten dan Kota Pasuruan memiliki potensi besar untuk menjadi duta budaya yang mampu memperkenalkan Batik Pasuruan tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional."
"Saya berharap Putera Puteri Batik Pasuruan 2026 yang terpilih dapat menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab sebagai duta batik, serta mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih mencintai produk lokal dan budaya daerah. Tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai penggerak promosi batik dan pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten dan Kota Pasuruan."
Ketua penyelenggara, Rian dari Kecamatan Gempol, menjelaskan bahwa ajang tahun ini merupakan angkatan kedua yang mempertemukan peserta dari Kota dan Kabupaten Pasuruan.
Sebanyak 22 peserta mengikuti kompetisi yang terdiri dari pelajar SMP hingga mahasiswa. Penilaian tidak hanya berdasarkan penampilan dan kecerdasan, tetapi juga pemahaman tentang batik, budaya, dan kemampuan menjadi duta daerah.
Para peserta melewati berbagai tahapan seleksi mulai dari Top 5, Top 3 hingga akhirnya dinobatkan sebagai Winner Putra dan Putri Batik Pasuruan 2026.
Dengan terpilihnya Dava dan Elin sebagai Putra dan Putri Batik Pasuruan 2026, diharapkan batik Pasuruan semakin dikenal luas, khususnya di kalangan generasi muda hingga tingkat internasional.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?