MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya membangun budaya literasi di kalangan generasi muda terus diperkuat. Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang kembali menggelar Lomba Bertutur bagi siswa Sekolah Dasar (SD) setelah sempat terhenti sejak pandemi Covid-19.
Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menjelaskan bahwa lomba terakhir kali diselenggarakan pada 2019. Kini, kegiatan tersebut dihidupkan kembali sebagai bentuk dorongan agar anak-anak semakin mencintai dunia literasi.
“Ini menjadi stimulan agar anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu memahami dan menyampaikan kembali cerita yang mereka baca,” ujarnya, Senin (27/4).
Menurutnya, lomba bertutur merupakan metode efektif dalam menanamkan konsep pembelajaran sepanjang hayat (long life learning). Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik yang bersumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2026.
Yayuk berharap, keberhasilan pelaksanaan tahun ini dapat membuka peluang bagi Kota Malang untuk kembali memperoleh dukungan anggaran serupa di tahun berikutnya.
Di sisi lain, Dispussipda juga terus memperluas akses layanan literasi bagi masyarakat. Hingga saat ini, terdapat sekitar 42 perpustakaan masyarakat aktif di Kota Malang, dengan rencana penambahan perpustakaan di tingkat kelurahan guna menjangkau seluruh wilayah.
Layanan perpustakaan juga dikembangkan melalui berbagai inovasi, seperti penyediaan buku fisik dan digital, titik baca di ruang publik seperti Mal Alun-Alun dan gedung MCC, hingga perpustakaan keliling yang rutin hadir di Alun-Alun Merdeka Malang.
Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kota Malang tahun 2025 tercatat berada di kisaran 83–84 persen. Meski terdapat perubahan indikator penilaian dari Perpusnas, posisi Kota Malang tetap berada di jajaran atas di Jawa Timur.
Ke depan, peningkatan literasi di wilayah pinggiran kota akan menjadi fokus utama melalui Gerakan Literasi Masyarakat yang didukung oleh legislatif melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan.
“Literasi bukan sekadar kebutuhan pendidikan, tetapi harus menjadi budaya. Dengan program ‘Ngalam Pintar’, kami optimistis minat baca masyarakat akan terus meningkat,” ucapnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?