Foto: Pamflet kegiatan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Peran strategis pesantren dalam menjawab krisis lingkungan kembali ditegaskan oleh Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Majelis Pengasuh PPT Al Yasini. Hal ini disampaikan dalam diskusi Instagram Live bertajuk “Pesantren Pelopor Transisi Energi Berkeadilan” yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama GreenFaith Indonesia, dengan narasumber Prof. Ilfi Nur Diana, M.Si., dan Dr. Sudarto M. Abukasim (Wakil Direktur Program 1000 Cahaya Muhammadiyah), serta dipandu oleh M. Maghribul Falah (Manajer Nusa Tenggara Timur Net-Zero Emission (NTT NZE) 2050).
Dalam forum yang mempertemukan perspektif keagamaan dan gerakan transisi energi tersebut, di mana IESR dikenal sebagai lembaga kajian energi berkelanjutan dan GreenFaith sebagai gerakan lintas agama untuk keadilan iklim, Prof. Ilfi menekankan bahwa pesantren memiliki posisi strategis sebagai pusat perubahan berbasis nilai keagamaan.
Menurut Prof. Ilfi, sistem kehidupan pesantren yang berlangsung selama 24 jam menjadikannya ruang yang sangat efektif dalam membentuk karakter dan kebiasaan santri. Nilai-nilai yang ditanamkan, mulai dari kepedulian lingkungan hingga praktik hemat energi akan melekat kuat dan terbawa ke tengah masyarakat.
Rektor perempuan pertama UIN Malang itu menekankan bahwa transformasi menuju eco-pesantren tidak harus dimulai dari langkah besar. Praktik sederhana seperti pengelolaan sampah, efisiensi energi, dan pemanfaatan potensi lokal justru menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian sekaligus kesadaran ekologis.
Foto: Dokumentasi acara
“Pesantren memiliki kekuatan besar untuk menjadi pelopor perubahan. Apa yang dibiasakan di pesantren, akan hidup dan tumbuh di tengah masyarakat,” ungkap Prof. Ilfi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?