![]() |
| Dokumentasi Kegiatan KKN Reguler UMY 094 |
KULON PROGO | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 094 melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi siswa Sekolah Dasar di Dusun Teganing III, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Kesehatan, Pendidikan, dan Kepedulian Lingkungan.”
Program edukasi kesehatan gigi dan mulut ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa KKN yang terdiri dari Nadifcha Maulana Fadlian, Khairunnisa Salsabila P.N.F., Audrey Bintang Maharani M., Alifia Dewi Lestari, Nazhmi Muzakki Hamdani, Dita Rahmawati, Febry Rachman Hakiem, Neza Aprilia Zesra, Muhammad Ilham Faiz, dan Muhammad Ikhsan dengan bimbingan dosen pembimbing lapangan Suryanto.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan need assessment yang dilakukan oleh tim KKN di lingkungan sekolah dasar di Dusun Teganing III. Berdasarkan hasil pengamatan awal, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, kebiasaan menyikat gigi yang benar juga belum sepenuhnya diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Dusun Teganing III sendiri merupakan wilayah pedesaan yang berada di Kalurahan Hargotirto dengan jumlah penduduk sekitar 500 jiwa. Sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut bekerja sebagai petani dan pengrajin gula jawa. Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih didominasi oleh sektor informal menyebabkan akses terhadap informasi kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut, masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan edukasi kesehatan bagi anak-anak sekolah dasar menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut ini diikuti oleh 38 siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat edukatif dan partisipatif agar siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan. Kegiatan diawali dengan penyuluhan interaktif mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, penyebab terjadinya masalah gigi seperti karies, serta dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan apabila kebersihan gigi tidak dijaga dengan baik.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk berdiskusi dan melakukan sesi tanya jawab terkait kebiasaan menjaga kebersihan gigi sehari-hari. Melalui diskusi ini, siswa didorong untuk lebih aktif berpartisipasi dan menyampaikan pengalaman mereka dalam merawat gigi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi cara menyikat gigi yang benar. Dalam sesi ini, mahasiswa memperagakan teknik menyikat gigi yang dianjurkan menggunakan alat peraga dan poster bergambar agar siswa dapat memahami setiap langkah dengan jelas. Setelah demonstrasi selesai, seluruh siswa diajak untuk mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi dengan pendampingan dari mahasiswa KKN.
Metode praktik langsung atau learning by doing dipilih karena dinilai lebih efektif dalam membantu siswa memahami dan mengingat teknik menyikat gigi yang benar. Dengan mempraktikkan secara langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
![]() |
| Gambar edukasi menyikat gigi dengan benar |
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif siswa dalam sesi tanya jawab serta kesediaan mereka untuk mengikuti praktik menyikat gigi dengan serius. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan sehingga siswa dapat menerima materi dengan baik.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan siswa terkait kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan data awal sebelum kegiatan dilakukan, hanya sekitar 33,3 persen siswa yang menyikat gigi dua kali sehari dan hanya 26,7 persen siswa yang mengetahui waktu menyikat gigi yang dianjurkan.
Setelah kegiatan edukasi dilaksanakan, terjadi peningkatan pemahaman pada siswa. Sebanyak 86,7 persen siswa mampu menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, 80 persen siswa mengetahui waktu menyikat gigi yang benar, serta 83,3 persen siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi sesuai dengan anjuran yang diberikan.
Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap sikap dan kesadaran siswa. Banyak siswa menunjukkan minat yang lebih besar untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Bahkan beberapa siswa menyampaikan keinginan untuk mengingatkan teman dan anggota keluarga di rumah agar rutin menyikat gigi.
Peningkatan tersebut juga terlihat dari hasil evaluasi pre-test dan post-test yang dilakukan selama kegiatan berlangsung. Nilai rata-rata pengetahuan siswa meningkat dari 32 pada saat pre-test menjadi 66 pada saat post-test. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pengetahuan siswa.
Tim mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok usia sekolah dasar. Anak-anak dipilih sebagai sasaran kegiatan karena pada usia tersebut kebiasaan hidup sehat mulai terbentuk dan lebih mudah ditanamkan.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak.
Ke depan, program edukasi kesehatan gigi dan mulut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kerja sama antara sekolah, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, upaya peningkatan kesadaran kesehatan sejak dini dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program KKN, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di masyarakat, tetapi juga berkesempatan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tempat mereka mengabdi.
Penulis : Nadifcha Maulana Fadlian


.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?