Banner Iklan

Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Optimistis Persekabpas Naik Kasta, Puji Pembinaan Pemkab

Anis Hidayatie
16 Maret 2026 | 11.24 WIB Last Updated 2026-03-16T04:24:33Z



Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi , Ning Mila, H. Soleh, Optimistis Persekabpas Naik Kasta, PujiP Pembinaan Pemkab 

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan optimistis klub kebanggaan daerah, Persekabpas Pasuruan, mampu naik kasta dalam kompetisi sepak bola nasional. Optimisme itu muncul seiring meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga serta maraknya kompetisi sepak bola di berbagai wilayah Kabupaten Pasuruan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi dari Fraksi PDI Perjuangan, menilai perkembangan olahraga di daerahnya menunjukkan tren positif. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah melalui berbagai program pembinaan dan pemberian penghargaan kepada atlet telah memicu semangat baru bagi generasi muda untuk berprestasi di bidang olahraga.

“Olahraga di Kabupaten Pasuruan sekarang cukup bergeliat. Banyak cabang olahraga berkembang, mulai dari sepak bola, voli hingga billiard yang sekarang peminatnya juga luar biasa,” kata Andri.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah melalui berbagai lembaga olahraga seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mendorong pembinaan atlet secara berjenjang. Salah satu bentuk keseriusan pemerintah adalah pemberian bonus bagi atlet yang meraih prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov).

Menurut Andri, pada Porprov terakhir di Malang Raya, bonus bagi atlet berprestasi langsung dicairkan hanya beberapa bulan setelah kompetisi selesai. Bahkan nominalnya meningkat signifikan, di mana peraih medali emas mendapatkan bonus hingga Rp50 juta.

“Ini bentuk penghargaan pemerintah kepada atlet. Tujuannya untuk memotivasi anak-anak kita agar serius menekuni olahraga, bahkan bisa menjadikannya sebagai masa depan,” ujarnya.

Stadion Pogar Direhab Rp25 Miliar

Selain penghargaan bagi atlet, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan penguatan sarana olahraga. Salah satunya melalui rencana rehabilitasi Stadion Pogar Bangil dengan anggaran sekitar Rp25 miliar.

Renovasi stadion tersebut diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat sekaligus mendukung pembinaan atlet, khususnya cabang sepak bola dan atletik.

“Harapan kita Stadion Pogar nanti bisa menjadi kebanggaan masyarakat Pasuruan, tempat olahraga yang representatif dan ramai digunakan masyarakat,” ujar Andri.

Kompetisi Sepak Bola Tumbuhkan Bibit Atlet

Di sisi lain, geliat sepak bola di tingkat akar rumput juga semakin kuat. Berbagai turnamen lokal seperti kompetisi antar desa hingga turnamen besar seperti Bupati Cup menjadi wadah bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Andri menyebut turnamen Bupati Cup Pasuruan sebagai salah satu ajang pembibitan pemain sepak bola potensial. Dalam kompetisi ini, setiap kecamatan wajib menurunkan pemain lokal dengan aturan ketat, termasuk batasan pemain luar daerah.

“Kita batasi hanya tiga pemain dari luar kecamatan dan semuanya harus ber-KTP Pasuruan. Ini supaya pembinaan pemain lokal benar-benar berjalan,” jelasnya.

Menurutnya, sistem tersebut membuat banyak pemain muda bermunculan dan dinilai sudah berada pada tahap “tiga perempat matang” untuk masuk ke kompetisi yang lebih tinggi seperti Liga 4 atau Liga 3.

Peran SSB dan Klub Lokal

Selain turnamen resmi, pembinaan juga dilakukan melalui puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) dan klub lokal yang tersebar di berbagai kecamatan seperti Pandaan, Prigen, hingga Kutoarjo. Saat ini, jumlah klub sepak bola di Kabupaten Pasuruan diperkirakan mencapai lebih dari 50 klub.

Namun, Andri mengakui sebagian besar klub tersebut masih bertahan dengan dukungan iuran anggota. Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan usia dini.

“SSB ini sangat penting karena di situlah proses pembinaan sejak usia SD. Kalau ini disentuh lebih serius, kita punya peluang besar melahirkan pemain berkualitas,” katanya.

Sepak Bola Jadi Kebanggaan Daerah

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan lainnya, Ning Mila dari Fraksi Nasdem, menilai sepak bola memiliki daya tarik besar di tengah masyarakat. Bahkan menurutnya, olahraga ini mampu menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak-anak muda.

“Anak-anak itu kalau sudah main bola senangnya luar biasa. Itu kebanggaan bagi mereka. Selama untuk olahraga dan kesehatan tentu kita dukung,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunitas pesantren di Pasuruan pun tidak menolak olahraga sepak bola. Bahkan dalam beberapa kesempatan, pesantren juga menggelar pertandingan unik seperti sepak bola sarung dalam rangka peringatan Hari Santri.

Dorong Masyarakat Aktif Berolahraga

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Sholeh dari fraksi Gerindra, menilai olahraga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain meningkatkan kesehatan, olahraga juga dapat menjadi sarana membangun kebanggaan daerah.

Ia berharap berbagai program pembinaan olahraga dapat terus diperkuat sehingga masyarakat tidak hanya sibuk dengan aktivitas media sosial, tetapi juga aktif berolahraga.

“Kita ingin masyarakat punya kebanggaan terhadap daerahnya. Salah satunya melalui prestasi olahraga, termasuk harapan besar agar Persekabpas bisa naik kasta,” katanya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRD, serta antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap sepak bola, Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan optimistis masa depan Persekabpas Pasuruan akan semakin cerah dan mampu bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Optimistis Persekabpas Naik Kasta, Puji Pembinaan Pemkab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now