![]() |
| John Herdman saat memimpin latihan lapangan perdana untuk Yakob Sayuri dkk sebelum Timnas Indonesia melawan Saint Kitts & Nevis di FIFA Series 2026./Instagram @timnasindonesia |
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman pernah menghadapi Saint Kitts dan Nevis saat masih melatih Kanada.
Pengalaman tersebut membuat John Herdman mengaku waspada terhadap kedatangan Saint Kitts dan Nevis sebagai lawan pertama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Hal ini berkaca pada hasil laga Saint Kitts Nevis vs Kanada di Kualifikasi CONCACAF Nations League 2018/19 yang berakhir 0-1 untuk kemenangan tipis Kanada (19/11/2018).
Pengalaman delapan tahun lalu tersebut membuat Herdman tidak besar kepala saat melatih Indonesia yang berperingkat 121 dunia dan melawan Saint Kitts Nevis yang berperingkat 154 dunia (per 19/1/2026).
Kanada kala itu berperingkat 76 dunia dan Saint Kitts Nevis berperingkat 133 dunia--mengacu pada peringkat sebelum pertandingan digelar.
Kanada juga diperkuat Jonathan David yang saat itu masih bermain di Liga Belgia bersama Gent, serta Alphonso Davies yang membela Vancouver Whitecaps FC sebelum ke Bayern Munchen. Namun, Kanada yang bermain dengan formasi 4-2-3-1 hanya bisa menang 1-0 atas The Sugar Boyz.
Gol tunggal Kanada saat itu dicetak gelandang bertahan Atiba Hutchinson pada menit ke-44 melalui sundulan usai menerima umpan silang dari Russell Teibert.
Melalui laga ini, diketahui jika Herdman bermain dengan dua gelandang bertahan (double pivot) dengan salah satunya akan mendapat lisensi untuk mendukung serangan agar menang jumlah di dalam kotak lawan.
Herdman juga mengubah formasi pemainnya menjadi 4-4-2 ketika dua penyerang tengahnya, yakni Jonathan David dan Cyle Larin masuk pada babak kedua.
Formasi dua penyerang tengah ini kemudian mulai digunakan Herdman pada 16 November 2019 saat kalah 1-4 dari AS.
Walau kalah pada laga tersebut, Herdman memainkan dua striker dengan varian formasi 3-5-2 dan 4-4-2 saat menang identik 4-1 dalam dua pertandingan melawan Barbados, tepat setelah laga kontra AS.
Formasi dua striker ini kemudian sering dimainkan Herdman di kemudian hari dengan varian 4-4-2, 5-3-2, dan 3-5-2. Formasi terakhir kemudian menjadi penutup perjalanan Herdman bersama Kanada saat kalah tipis 4-5 dari AS pada perempat final Piala Emas CONCACAF 2023. Dari sinilah Herdman dikenal publik Indonesia identik dengan formasi tiga bek.
Formasi tiga bek ini menjadi lebih melekat dengan Herdman setelah ia mulai meninggalkan formasi dua strikernya ketika melatih Toronto FC pada 2023-2024.
Bersama klub Kanada yang ikut liga AS tersebut, Herdman lebih sering bermain dengan formasi 3-4-2-1 dibanding 3-5-2 dan 4-4-2.
Lalu, bagaimana dengan formasi Indonesia untuk melawan Saint Kitts dan Nevis?
Jika merujuk daftar skuat final yang dipanggil Herdman, jumlah pemain bek tengah dan penyerang tengahnya cenderung cocok untuk bermain dengan formasi 3-5-2.
Berikut ini, daftar pemain yang pernah bermain dalam formasi tiga bek tengah.
Elkan Baggott (bek tengah kiri)
Jay Idzes (bek tengah kanan/sentral)
Justin Hubner (bek tengah kiri)
Kevin Diks (bek tengah kanan/sentral/kiri)
Rizky Ridho (bek tengah kanan)
Sandy Walsh (bek tengah kanan)
Jordi Amat (bek tengah sentral/kanan)
Calvin Verdonk (bek tengah kiri).
Berikut ini daftar pemain yang pernah bermain sebagai penyerang tengah.
Mauro Zijlstra (klub, Timnas U-23, timnas senior)
Ole Romeny (klub dan Timnas senior)
Ragnar Oratmangoen (klub dan Timnas senior)
Ramadhan Sananta (klub, timnas U-23, timnas senior).
Berdasarkan daftar tersebut, Herdman mempunyai delapan pemain yang bisa menjadi bek tengah dan empat penyerang tengah yang bisa menjadi rotasi bahkan dalam satu pertandingan.
Artinya, melawan Saint Kitts dan Nevis dengan tim yang berbeda setelah delapan tahun, bisa saja Herdman tidak akan lagi bermain dengan formasi 4-2-3-1 maupun 4-4-2 yang telah terbukti sulit membawa Kanada menang lebih dari 1-0.
Meski formasi 3-5-2 juga tidak akan memberi jaminan kepada Indonesia untuk menang besar atas negaranya Keith Kayamba Gumbs tersebut. Sebab, di sepak bola apa pun bisa terjadi.
Tetapi, Indonesia dapat memanfaatkan atmosfer bermain kandang yang didukung puluhan ribu suporter di tribun Stadion GBK untuk menyemangati penggawa Garuda yang berjuang di bawah komando pelatih barunya.
Adapun jadwal pertandingan Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis akan berlangsung pada Jumat (27/3) mendatang pukul 20.00 WIB, alias setelah laga pembuka Kepulauan Solomon vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Jika menang, Indonesia akan bertemu dengan pemenang laga Kep. Solomon vs Bulgaria pada 30 Maret 2026. ***
Penulis: YAN
Baca juga: Elkan Baggott dan Pemain Timnas Indonesia Jalani Latihan Perdana di Jakarta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?