Khofifah Hadiri Nuzulul Qur’an dan Penutupan Pesantren Anak Muslimat NU, Serukan Penyebaran Islam Rahmatan Lil Alamin
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: 8 Maret 2026 – Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penutupan Pesantren Ramadhan Anak yang digelar di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (7/3). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan berlangsung khidmat serta penuh kehangatan.
Acara ini dihadiri jajaran pengurus dan jamaah Muslimat NU dari berbagai daerah. Momentum peringatan turunnya Al-Qur’an tersebut juga menjadi sarana penguatan nilai-nilai keislaman serta pendidikan karakter bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Khofifah yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai pilar pergerakan perempuan Nahdliyin dalam menanamkan nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia atau Rahmatan Lil Alamin.
Menurutnya, jaringan Muslimat NU yang tersebar luas hingga ke pelosok desa bahkan mancanegara menjadi bukti besarnya kontribusi organisasi tersebut dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
“Semoga semuanya menjadi amal ibadah dan jariyah kita. Bahwa ada organisasi bernama Muslimat Nahdlatul Ulama yang anggotanya ada di mana-mana, di pelosok desa, di gunung-gunung, bahkan juga di Jerman, Mesir, Jepang, dan berbagai negara lainnya,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, peran Muslimat NU tidak hanya berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Islam yang menebarkan kasih sayang, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh umat manusia.
Sebagai seorang ibu, lanjut Khofifah, anggota Muslimat NU memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun karakter generasi muda sejak usia dini.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan dukungan terhadap kebijakan yang dikeluarkan Menteri Komunikasi dan Digital terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.
“Kita menyampaikan terima kasih kepada Ibu Menkomdigi karena sudah mengeluarkan keputusan bahwa mulai 26 Maret, anak-anak di bawah 16 tahun dilarang mengakses media sosial,” ungkapnya.
Ia menilai kebijakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk potensi kecanduan gawai yang dapat memengaruhi kesehatan mental serta perkembangan anak.
Menurut Khofifah, tidak semua orang tua mampu mengawasi aktivitas digital anak-anaknya sepanjang waktu. Karena itu, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga tumbuh kembang generasi muda agar tetap sehat secara mental maupun sosial.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan apresiasi atas pengabdian serta gagasan Khofifah dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk Pesantren Ramadhan Anak.
Arifah menyebut, program tersebut merupakan inisiatif Khofifah yang kemudian dikembangkan secara nasional melalui kerja sama lintas kementerian.
“Biasanya kita melihat kegiatan Pesantren Ramadhan untuk anak-anak, ini adalah ide dari Ibu Khofifah yang kemudian kami sampaikan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan akhirnya disupport oleh enam kementerian serta Menko PMK,” jelasnya.
Ia menambahkan, program Pesantren Ramadhan Anak kini telah disebarkan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman bagi anak-anak.
Acara peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penutupan Pesantren Ramadhan Anak tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan para peserta. Dipimpin oleh cucu Khofifah, Aisyah Nabila, anak-anak menampilkan pembacaan sholawat serta lagu-lagu Islami yang menambah suasana religius dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter generasi muda yang berakhlak mulia, sejalan dengan semangat Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?