Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Sebut Peran PSEL dan Gerakan ASRI Penting untuk Transformasi Sampah Jadi Energi di Jatim

Admin JSN
29 Maret 2026 | 16.06 WIB Last Updated 2026-03-29T09:06:02Z
Anggota DPD RI, Lia Istifhama mengapresiasi PSEL dan Gerakan ASRI untuk transformasi sampah menjadi energi di Jatim./dok. Istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi peran Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Gerakan ASRI yang digagas Prabowo menjadi fondasi baru dalam pembenahan tata kelola lingkungan secara nasional.

Khusus di Jawa Timur, upaya mengubah persoalan klasik sampah menjadi solusi energi masa depan mulai menunjukkan arah yang jelas.

Pemerintah Provinsi Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa kemudian mendorong kolaborasi lintas daerah untuk menghadirkan energi baru terbarukan berbasis limbah melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Langkah strategis ini tentu mendapat perhatian dan apresiasi dari Senator Lia Istifhama.

Menurut Lia, kebijakan tersebut sebagai transformasi konkret dari masalah menjadi peluang besar bagi masa depan lingkungan dan energi nasional.

Selain PSEL, Lia juga menyebut gerakan ASRI bukan sekadar program simbolik, tetapi momentum besar dalam membangun sistem kebersihan yang lebih terstruktur dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

"Gerakan tersebut tidak sekadar menghadirkan perubahan visual, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor dengan langkah cepat dan terukur," ungkap Lia di Surabaya, Minggu (29/3).

Pendekatan yang dimulai dari desa hingga tingkat nasional dinilai Lia mampu memberikan dampak langsung dan cepat dirasakan masyarakat.

Politisi 42 tahun ini menegaskan pentingnya penggunaan teknologi pengolahan sampah modern yang tidak menimbulkan bau, ramah lingkungan, dan bisa dioperasikan di tingkat kelurahan/kecamatan.

Beberapa lembaga pendidikan bahkan telah mengembangkan alat pemusnah sampah skala kecil yang dinilai efektif dan aplikatif.

"Kehadiran alat pengolahan sampah di tingkat wilayah paling bawah akan memangkas ketergantungan pada tempat pembuangan akhir," ujarnya.

Dengan sistem ini, menurutnya sampah tidak lagi menumpuk di TPA, tetapi dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien langsung dari sumbernya.

Gerakan ASRI yang berjalan seiring dengan konsep pembangunan yang terintegrasi juga diharapkan Lia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan membangun budaya hidup bersih dan sehat.

"Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat dengan harapan perubahan nyata dapat segera dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah menegaskan adanya kerja sama lintas wilayah yang bukan sekadar pengelolaan sampah biasa, melainkan bagian dari agenda besar transisi energi.

Program PSEL di Jawa Timur mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025, yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari untuk operasional optimal.

Adapun dua lokasi yang sedang dalam program ini yaitu, Surabaya Raya dan Malang Raya.

Surabaya Raya
Pasokan sampah: ±1.100 ton/hari
Lokasi rencana: Sumberejo, Pakal, Surabaya

Malang Raya
Pasokan sampah: ±1.138,9 ton/hari
Lokasi rencana: Desa Bunut Wetan, Pakis, Kabupaten Malang.

Berdasarkan volume tersebut, proyek ini dinilai layak secara teknis dan ekonomis untuk dikembangkan menjadi pembangkit energi alternatif.

Pihak Pemprov Jatim juga memastikan akan melakukan koordinasi intensif, monitoring, serta evaluasi berkala agar implementasi berjalan transparan dan berkelanjutan. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Sebut Peran PSEL dan Gerakan ASRI Penting untuk Transformasi Sampah Jadi Energi di Jatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now