Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Nilai Inovasi SAPA 129 KemenPPPA Efektif Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak

Anis Hidayatie
26 Maret 2026 | 19.12 WIB Last Updated 2026-03-26T12:12:56Z

 


DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Inovasi SAPA 129 KemenPPPA, Dinilai Efektif Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi inovasi layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 yang dikembangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dan efektif dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

Menurut Lia, layanan SAPA 129 merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, sekaligus mempermudah masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan.

“Program SAPA 129 harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, khususnya bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan,” ujar Ning Lia saat ditemui di kantornya, Selasa (24/03/2026).

Senator yang dikenal aktif dalam isu sosial tersebut menjelaskan, penguatan layanan SAPA 129 bertujuan mempercepat penanganan laporan sekaligus memastikan korban memperoleh pendampingan yang komprehensif, mulai dari aspek hukum, psikologis, hingga sosial.

Lebih lanjut, Lia menegaskan bahwa kebijakan tersebut selaras dengan arah program nasional yang diusung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi. Ia menilai program prioritas yang dijalankan Kementerian PPPA saat ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak.

Program prioritas tersebut mencakup penguatan ruang aman bagi perempuan dan anak, optimalisasi layanan pengaduan kekerasan melalui SAPA 129 yang lebih responsif, serta pengembangan sistem data perempuan dan anak berbasis desa guna mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Dengan sistem yang lebih responsif dan terintegrasi, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu untuk melapor. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula penanganan dilakukan,” tegasnya.

DPD RI Lia Istifhama juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif mensosialisasikan layanan SAPA 129 agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menurutnya, optimalisasi layanan SAPA 129 tidak hanya berperan dalam penanganan kasus, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.

“Jika layanan ini dimanfaatkan secara maksimal dan disosialisasikan secara luas, maka upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan semakin efektif,” pungkasnya.

Melalui penguatan layanan SAPA 129, Lia berharap perlindungan terhadap perempuan dan anak dapat terus meningkat, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih aman, inklusif, dan berkeadilan di seluruh Indonesia. (Ans)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Nilai Inovasi SAPA 129 KemenPPPA Efektif Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now