Banner Iklan

Di Balik Keringat Prajurit, Rumah Layak Huni Hadir untuk Keluarga Yusron

02 Maret 2026 | 11.13 WIB Last Updated 2026-03-02T04:14:00Z
Jatimsatunews.com, Pasuruan - Matahari pagi, belum sepenuhnya naik tapi suara sekop dan cangkul sudah saling bersahutan. Di dalam rumah sederhana milik Bapak Yusron, tiga prajurit Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan tengah bekerja keras. Mereka membungkuk, mengaduk semen, lalu dengan sigap melempar adukan ke dinding bata yang baru diratakan.

Pratu Rudi, salah satu prajurit yang terlihat paling gesit, menyeka keringat sambil tersenyum lebar. “Ini bukan sekadar tugas, Pak. Ini soal bikin orang lain bisa tidur nyenyak tanpa takut atap bocor atau dinding roboh,” ujarnya singkat, sebelum kembali mencelupkan sekop ke dalam gerobak dorong yang penuh lumpur semen.

Prajurit dengan seragam kamuflase hijau-kuning khas TNI AD sedang membungkuk di depan gerobak dorong, sementara satu lagi mengayunkan cangkul untuk meratakan adukan semen di lantai. Dinding bata ekspos masih kasar, pintu kayu sederhana terbuka lebar, dan ember-ember berisi adukan berjejer di sekitar mereka. Bau tanah basah dan semen segar memenuhi udara.

Program TMMD Ke-127 ini memang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Rumah Bapak Yusron, yang sebelumnya memiliki dinding retak dan plester mengelupas, kini perlahan berubah wujud. Hari ini, Selasa (2/3/2026), tim fokus pada tahap plester dinding langkah krusial sebelum pengecatan dan finishing akhir.

Bapak Yusron, pemilik rumah, berdiri di sudut ruangan sambil memandang pekerjaan itu dengan mata berkaca-kaca. “Dulu saya hanya bisa pasrah lihat rumah ini bocor sana-sini. Anak-anak sering sakit karena lembab. Sekarang, Alhamdulillah, TNI datang. Ini seperti mimpi jadi nyata,” ucapnya lirih, suaranya hampir tertutup deru angin dari ventilasi yang masih terbuka.

Komandan Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan, Letkol Inf Boga Bramiko M.Han (berdasarkan laporan terkini serupa), menekankan bahwa program ini bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan membangun kepercayaan dan kesejahteraan masyarakat. “Setiap plester yang kami ratakan, setiap dinding yang kami kokohkan, adalah bentuk pengabdian TNI kepada rakyat. Kami ingin warga merasa bahwa TNI selalu ada di saat dibutuhkan,” katanya dalam berbagai kesempatan serupa.

Di balik keringat dan debu, cerita ini adalah pengingat bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan. Ia nyata, terasa, dan terlihat dalam setiap gerak sekop, setiap adukan semen, serta senyum haru di wajah pemilik rumah yang kini melihat masa depan lebih cerah.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Di Balik Keringat Prajurit, Rumah Layak Huni Hadir untuk Keluarga Yusron

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now