Banner Iklan

Belajar Melakukan Pengamatan Radiosonde Secara Langsung di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kelas 1 Juanda: Mulai dari Teori hingga Melakukan Praktik

Admin JSN
31 Maret 2026 | 09.51 WIB Last Updated 2026-03-31T03:02:33Z
"Pengamatan Radiosonde di Unit Aerologi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda"


ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM - Kegiatan magang yang dilaksanakan termasuk program Magang Mandiri MBKM (Merdeka Belajar-Kampus Merdeka) guna untuk membentuk pembelajaran dengan basis pengalaman secara langsung di luar kampus atau perusahaan. Didalam mendukung program Magang Mandiri Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai mahasiswa Program Studi Fisika Fakultas Teknik dan Sains Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur yang melaksanakan kegiatan Magang Mandiri MBKM di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Juanda, mulai Februari hingga Mei 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Juanda yang berlokasi di Jalan Raya Bandara Juanda, Pranti, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Pada saat saya melakukan kegiatan magang MBKM di BMKG Kelas 1 Juanda saya ditempatkan ke dalam Unit Aerologi. Apa itu Aerologi? Aerologi merupakan cabang ilmu meteorologi yang secara khusus berfokus pada studi yang mengenai karakteristik fisik dan dinamika atmosfer pada lapisan atas atau atmosfer bebas (free atmosphere), pada aerologi melakukan ekplorasi distribusi vertikal dari parameter meteorologi seperti tekanan, suhu, kelembapan serta pegerakan angin pada ketinggian yang lebih tinggi. Dalam melakukan pengamatan aerologi bergantung pada penggunaan intrumen in-situ seperti radisonde dan Teknik penginderaan jauh untuk memperoleh profil atmosfer secara vertikal. Adapundata yang dihasilkan oleh studi aerologi merupakan komponen krusial dalam melakukan pemdelan cuaca numerik, analisis stabilitas udara dan pemahaman mengenai mekanisme perpindahan energi di troposfer maupun statosfer. Pada meteorologi lapisan atas atau aerologi mempunyai beberapa karakteristik meliputi ketinggian yang digunakan di atas 10 m hingga 30 km dengan di bantu alat seperti radiosonde, pilot balloon, satelit dan radar yang berfokus pada sirkulasi global, sistem tekanan dan jalur penerbangan menggunakan gaya dominan yaitu gaya Coriolis dan gradien tekanan (angin geostropik).

SDGs (Sustainable Development Goals) yang terkait yaitu terdapat pada SDG13 (Climate Action) yang menjadi tujuan inti dan fungsi dari BMKG Stasiun Meteorologi karena mempunyai keterkaitan langsung dengan perubahan iklim serta mitigasi bencana. Adapun peran pendukung BMKG pada penerapan SDGs meliputi pengamatan data dan informasi di atmosfer dengan menggunakan alat radiosonde dan theodolite. Untuk parameter pengukuran radiosonde berupa tekanan atmosfer, suhu dan kelembapan menentukkan perhitungan arah dan kecepatan angin sedangkan alat theodolite untuk menentukkan arah dan kecepatan angin lapisan atas melalui pergerakan pibal (Pilot Ballon) menggunakan optik, selanjutnya di BMKG Kelas 1 Juanda mempunyai fungsi utama seperti pengamatan, pelayanan jasa meteorologi serta data untuk keselamatan transformasi serta infrastruktur pada penerbangan yang terdapat di Bandara Internasional Juanda mengenai data profil angin dan kondisi atmosfer atas, kemudian memberikan informasi mengenai peringatan dini dan mitigasi bencana yang diperlukan oleh beberapa sektor

Kegiatan yang dilakukan selama magang melakukan orientasi dan pembagian unit kemudian setelah pembagian unit saya menempati unit Aerologi. Saya mendapatkan banyak pengalaman seperti pembelajaran secara aplikatif mengenai dinamika atmosfer dengan keterlibatan dalam kegiatan observasi dan pengolahan data. Kemudian keterlibatan dalam pengamatan udara bebas dengan menggunakan radiosonde dan pibal (Pillot Ballon) pada theodolite yang dimulai dengan melakukan persiapan instrumen, pelepasan balon hingga pemantauan serta pencatatan data sudut posisi dan parameter atmosfer. Pengamatan yang dilakukan menggunakan waktu 00.00 UTC dan 12.00 UTC selanjutnya untuk pengiriman data untuk dilakukan peninjauan dan pengolahan data kembali menggunakan aplikasi MGP2 untuk jenis pengamatan radiosonde dan web dari BMKG untuk jenis pengamatan pibal serta tidak lupa mengirimkan ke WhatsApp untuk data hasil pengamatan. Data yang sudah dilakukan pengiriman selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan backup data guna jika terjadi hal yang tidak diinginkan ataupun data diperlukan sewaktu-waktu, penyimpanan dilakukan menggunakan Microsoft Excel.

Adapun keterkaitan antara mata kuliah dengan pengamatan radiosonde BMKG antara lain mengenai fisika komputasi yaitu data pada radiosonde yang dikirimkan secara realtime dan kemudian akan diolah dengan menggunakan perangkat lunak yang menghasilkan grafik profil atmosfer dengan konsep pemodelan data kemudian proses numerik dalam hal ini fisika komputasi digunakan dalam melakukan analisis data hasil pengamatan. Fisika keramik berupa komponen sensor atau pelindung instrument yang menggunakan material dengan basis keramik yang mempunyai ketahanan terhadap perubahan suhu ekstrem dan kondisi atmosfer.


Penulis : Awalia ‘Ulyan Najah, Mahasiswa Program Studi Fisika, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Belajar Melakukan Pengamatan Radiosonde Secara Langsung di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kelas 1 Juanda: Mulai dari Teori hingga Melakukan Praktik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now