KS Agus dan Kacabdin Dwi Anggraini meninjau Ruang Unit Aktivitas Siswa Baru
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Di tengah kegiatan Pengimbasan 7 Jurus BK Hebat yang digelar di SMA Negeri 1 Turen, Selasa diresmikan pula ruang kegiatan baru untuk siswa(24/2/2026).
Tentang Unit Aktivitas Siswa ini Kepala SMA Negeri 1 Turen, Agus Harianto, menegaskan bahwa keberadaan ruang Unit Aktivitas Siswa menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan diri dan karakter pelajar.
Menurutnya, organisasi sekolah seperti Pramuka, OSIS, hingga kegiatan keagamaan akan semakin berkembang ketika siswa memiliki ruang untuk berdiskusi dan berkreasi.
“ Anak-anak akan semakin percaya diri dalam menjalankan aktivitasnya. Mereka punya tempat untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan mengeluarkan gagasan sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting bagi masa depan siswa, baik saat melanjutkan pendidikan maupun ketika terjun di masyarakat.
“Organisasi sangat penting karena dari situ mereka belajar memimpin, minimal memimpin diri sendiri. Dari sana juga akan muncul calon pemimpin sesuai bidangnya masing-masing,” tambahnya.
Agus juga menceritakan proses lahirnya ruang aktivitas siswa tersebut. Awalnya, lokasi tersebut merupakan area kosong di atas mushola yang sering mengalami kebocoran saat hujan. Dengan berbagai upaya, ruang itu kemudian diperbaiki dan dimanfaatkan sebagai tempat berkegiatan siswa.
“Kondisinya dulu kosong dan sering bocor. Tapi sekarang bisa dimanfaatkan anak-anak untuk kegiatan yang positif,” katanya.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan launching inovasi sekolah, serta peluncuran buku berjudul “Jejak-Jejak yang Terpatri.”
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Dwi Anggraini, mengapresiasi aktivitas dan semangat siswa setelah melihat langsung ruang kegiatan mereka.
Menurutnya, pembentukan karakter siswa sudah mulai terlihat dan tinggal terus dikembangkan agar para pelajar semakin berani merencanakan dan mengelola kegiatan secara mandiri.
“Anak-anak luar biasa. Karakter mereka sudah mulai terbentuk. Tinggal dikembangkan agar berani mengatur diri dan merancang program kerja dengan baik,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai organisasi siswa seperti OSIS, MPK, Pramuka, hingga kegiatan keagamaan dapat bersinergi karena lokasi ruang mereka yang berdekatan memungkinkan kolaborasi.
“Kalau organisasi ini bisa berkolaborasi, hasilnya akan sangat kuat. Organisasi adalah media pembentukan karakter, terutama kepemimpinan,” jelasnya. Ans




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?