Banner Iklan

Safari Perdana Ketua IPSI Kabupaten Malang, Merajut Soliditas dari Akar

Anis Hidayatie
23 Februari 2026 | 17.26 WIB Last Updated 2026-02-23T10:26:40Z


Safari Perdana Ketua IPSI Kabupaten Malang, Merajut Soliditas dari Akar

KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM: Menjelang adzan magrib, pukul 16.30 WIB, di sebuah rumah sederhana di Jalan Al Ghozali, Pakis RT 02 RW 05, arah baru Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang mulai dipetakan. Ketua terpilih IPSI Kabupaten Malang, ZIA'UL HAQ, SH, bersama jajaran pengurus, menggelar safari silaturahmi perdana dengan para pimpinan perguruan pencak silat, Sabtu (21/2/2026).

Pertemuan yang dikemas menjelang buka bersama itu bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi ruang awal koordinasi dan konsolidasi organisasi dua kata kunci yang selama ini kerap terdengar normatif, namun jarang dijabarkan dalam peta kerja konkret.

Hadir dalam forum tersebut Saiful Anam (PC Pagar Nusa), Agus Zailudin (Perisai Diri), Khoirul Anam (Bintang Sajadah), serta sejumlah pimpinan perguruan lain.

Keberagaman latar perguruan menjadi gambaran realitas IPSI: kuat secara tradisi, namun sering terfragmentasi dalam praksis.

Dalam pernyataannya, ZIA'UL HAQ menekankan,  urgensi pembenahan internal. “Kita membutuhkan penataan organisasi yang rapi dan terukur agar IPSI menjadi organisasi yang solid, militan, dan berdampak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menyentuh persoalan mendasar organisasi olahraga daerah tata kelola. Soliditas tidak lahir dari kedekatan personal semata, melainkan dari sistem yang bekerja. Profesionalisme, transparansi program, dan kesinambungan pembinaan menjadi prasyarat mutlak.

Secara filosofis, IPSI berdiri di atas nilai persaudaraan dan sportivitas. Namun dalam perspektif manajemen organisasi modern, nilai harus diterjemahkan ke dalam struktur, indikator kinerja, serta distribusi peran yang jelas. Tanpa itu, energi kolektif mudah tereduksi menjadi kepentingan sektoral.

Safari perdana ini penting sebagai simbol penyatuan frekuensi. Tetapi tantangan sesungguhnya berada pada tindak lanjut: apakah konsolidasi akan berhenti pada pertemuan, atau bertransformasi menjadi agenda kerja terukur mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kapasitas pelatih, hingga kalender kompetisi yang konsisten.

Para perwakilan perguruan menyambut positif forum tersebut. Namun mereka juga menyadari, soliditas IPSI Kabupaten Malang hanya dapat terbangun jika kepemimpinan baru mampu menjaga ruang dialog tetap terbuka dan adil bagi semua unsur.

Silaturahmi diharapkan menjadi titik temu kebersamaan bukan sekadar temu wicara, melainkan temu visi. Di tengah dinamika internal dan tuntutan prestasi daerah, IPSI Kabupaten Malang membutuhkan energi yang bergerak dalam arah yang sama.

Langkah awal telah diambil. Kini publik pencak silat menanti: sejauh mana konsolidasi ini akan berbuah pada pembenahan struktural dan capaian prestasi yang terukur.

Soliditas, pada akhirnya, bukan kata benda. Ia adalah proses.

Kontributor Saiful Anam


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Safari Perdana Ketua IPSI Kabupaten Malang, Merajut Soliditas dari Akar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now