Gubernur Khofifah dan DPD RI Lia Istifhama di Pasar Murah Pemprov Jatim
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Program pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur disambut antusias masyarakat. Kegiatan Pengendalian Inflasi dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok yang berlangsung di Masjid At Taqwa Jemur Wonosari, Jalan Jemur Wonosari Gang Lebar, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Senin (23/2), diserbu warga sejak siang hari.
Dalam kegiatan tersebut, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama turut hadir menyapa masyarakat sekaligus memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah menjaga stabilitas harga menjelang dan selama Ramadan.
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Iya, pertama kita semuanya tentunya sangat berbahagia dengan kegiatan Pemprov Jawa Timur, terkhusus Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang intens mengadakan pasar murah,” ujar Ning Lia.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kabar baik di bulan penuh berkah. Ramadan identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga, sehingga intervensi pemerintah melalui bazar sembako murah dinilai sangat relevan dan tepat sasaran.
“Jadi ini merupakan kabar baik di tengah bulan suci Ramadan, ini bulan penuh keberkahan. Yang kedua, dengan adanya bazar seperti ini, bukan hanya masyarakat mendapatkan akses sembako dengan harga yang lebih murah, tapi sekaligus ada kegiatan bazar yang melibatkan masyarakat. Jadi multiplier effect-nya dapat, keberkahannya dapat, terus masyarakat juga bisa sama-sama berjualan. Jadi keren bangetlah,” tambahnya.
Ning Lia berharap harga kebutuhan pokok yang dijual jauh di bawah harga pasar dapat membantu memperkuat ketahanan logistik keluarga selama Ramadan. Dengan demikian, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial secara langsung kepada warga. Sebanyak 90 sak beras masing-masing 5 kilogram diberikan kepada para lanjut usia, serta 50 kantong telur disalurkan kepada anak-anak dan ibu hamil.
Bantuan tersebut melengkapi intervensi pasar yang dilakukan Pemprov Jatim sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Mereka memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan berbagai komoditas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar tradisional.
Sejumlah bahan pokok dijual dengan harga khusus, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp11.000 per kilogram. MinyaKita dijual Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Selain itu, bawang putih dijual Rp6.000 per 250 gram dan bawang merah Rp7.000 per 250 gram. Daging ayam ras dibanderol Rp30.000 per kemasan, lebih rendah dibanding harga di pasar tradisional.
Komoditas cabai yang kerap memicu inflasi menjelang hari besar keagamaan juga tersedia cukup banyak. Cabai rawit merah dijual Rp4.000 per 100 gram, sedangkan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.
Program ini dinilai sebagai bentuk sinergi konkret antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kehadiran Ning Lia di tengah masyarakat juga mempertegas bahwa pengendalian inflasi membutuhkan dukungan seluruh pihak, baik eksekutif, legislatif, maupun masyarakat.
Dengan kombinasi intervensi harga, bantuan sosial, serta pelibatan pelaku usaha kecil, pasar murah ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat Jawa Timur selama Ramadan. (***)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?