Reses, DPRD Kota Malang H. Rokhmad Siap Kawal Keluhan Para Kepala Sekolah
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota DPRD Kota Malang, H. Rokhmad, S.Sos, menggelar kegiatan serap aspirasi (reses) bersama para kepala sekolah SD/MI swasta se-Kota Malang, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMP Boarding School Qurrota A’yun, Sukun, Kota Malang ini menjadi forum dialog terbuka terkait berbagai persoalan pendidikan, mulai dari kesejahteraan sekolah swasta, perizinan, hingga akses pendidikan bagi siswa.
Dalam forum tersebut, H Rokhmad dihujani pertanyaan, masukan, serta keluhan dari para kepala sekolah. Meski demikian H Rokhmad terbuka, menegaskan bahwa DPRD merupakan tempat menampung aspirasi masyarakat, termasuk persoalan pendidikan yang nantinya akan diteruskan kepada dinas terkait.
“Kalau ada masalah silakan disampaikan. DPR itu tempatnya menampung aspirasi. Persoalan pendidikan akan kami sampaikan ke Dinas Pendidikan dan komisi terkait, begitu juga kesehatan atau perizinan akan kami kawal sesuai bidangnya,” ujarnya.
Menurut H Rokhmad, salah satu perhatian utama adalah memastikan tidak ada anak di Kota Malang yang putus sekolah serta tidak ada fasilitas pendidikan yang terbengkalai.
Ia juga menegaskan pentingnya respons cepat bila ada persoalan mendesak.
“Jangan sampai ada anak tidak sekolah atau sekolah roboh. Kalau ada kasus seperti itu, kami siap turun langsung. Orang tuanya kami dekati, kami datangi. Pendidikan itu tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti anggaran pendidikan dari APBD Kota Malang yang dinilai cukup besar, namun perlu dipastikan distribusinya benar-benar berpihak pada sekolah, terutama sekolah swasta yang sering menghadapi keterbatasan.
“Anggaran pendidikan sudah cukup besar, tapi kami ingin kesejahteraan sekolah swasta juga diperhatikan, termasuk hibah dan bantuan operasional. Mereka juga bagian penting dari wajah pendidikan Kota Malang,” katanya.
H. Rokhmad juga mendorong para guru dan pengelola sekolah untuk aktif menyampaikan aspirasi secara resmi agar dapat ditindaklanjuti secara administratif.
“Sekarang zamannya harus ada bukti administrasi. Kalau ada keluhan, silakan bersurat melalui perwakilan sekolah atau kecamatan. Kami di DPR siap mengawal,” tambahnya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah kepala sekolah juga menyampaikan kekhawatiran terkait dampak kebijakan pendidikan nasional, termasuk keberadaan program sekolah gratis atau sekolah rakyat yang dinilai mempengaruhi keberlangsungan sekolah swasta.
Meski demikian, H. Rokhmad menilai program nasional tetap perlu dikawal agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau sudah jadi program nasional tentu harus kita kawal bersama agar benar-benar bermanfaat bagi rakyat dan lembaga pendidikan," ucap H Rokhmad.
Diketahui Reses di SMP BOSQU (Boarding School Qurrota A'yun) ini adalah titik kedua diadakan oleh H Rokhmad. Yang pertama di gedung istana bawang kelurahan Bandunrejosari dengan peserta dari para kader struktur partai, membicarakan terkait tugas fungsi DPRD dan penganggaran.
Sedangkan jumlah peserta masing masing Reses 100 orang. Sehingga total untuk 2 titik yang diadakan H Rokhmad mencapai 200 orang. Ans
Ans




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?