RAT SBW Kota Malang Dipuji Deputi Kementerian Koperasi, Dinilai Jadi Contoh Koperasi Modern Berbasis Budaya dan Gotong Royong
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (SBW) Kota Malang tahun buku 2025, Jumat 20 Febry mendapat apresiasi khusus dari Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi RI, Hendra Saragih. Ia menilai koperasi SBW mampu menjadi contoh pengelolaan koperasi yang tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga sosial, budaya, dan lingkungan.
Kegiatan RAT yang digelar dengan kehadiran ratusan anggota itu berlangsung dinamis dan penuh nuansa budaya. Bahkan, acara dibuka dengan penampilan kesenian tradisional seperti gamelan dan tari, yang menurut Hendra menunjukkan bahwa koperasi bisa menjadi ruang pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.
Mahendra dan Sri Untari Bisowarno“Selain bicara mengenai usaha koperasi, juga diperhatikan bagaimana fungsi koperasi dalam kehidupan sosial, termasuk memajukan budaya daerah. Saya terkesan dengan apa yang dilakukan pengurus,” ujar Hendra.
Ia juga menilai proses regenerasi kepengurusan di SBW dilakukan secara demokratis dan profesional. Calon pengurus dinilai melalui berbagai aspek, termasuk integritas, rekam jejak keuangan, hingga rekam jejak bisnis.
“Pengurus yang terpilih nanti adalah mereka yang sudah melalui proses penilaian. Tidak bermasalah dalam keuangan, tidak memiliki catatan bisnis yang buruk, sehingga bisa mengelola koperasi dengan tenang dan aman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra mengungkapkan bahwa secara umum jumlah anggota koperasi di beberapa daerah mengalami penyusutan, termasuk yang sempat terjadi di SBW. Penurunan jumlah anggota disebut mencapai sekitar 7.000 orang.
Namun kondisi tersebut justru menjadi refleksi penting agar koperasi mampu memperkuat usaha dan meningkatkan potensi anggotanya.
Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi global, koperasi memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat.
“Kondisi perekonomian nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif. Ini mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi masyarakat. Dalam konteks itu, koperasi adalah soko guru perekonomian nasional,” jelasnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk bergabung dalam koperasi desa atau koperasi kelurahan yang saat ini tengah digencarkan pemerintah.
Pemerintah saat ini tengah mengembangkan koperasi desa dengan membangun berbagai fasilitas pendukung seperti gudang dan gerai. Dari rencana sekitar 30 ribu unit, saat ini sudah terealisasi lebih dari seribu.
Upaya tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat.
Data sementara menunjukkan volume usaha koperasi secara nasional berada di kisaran Rp246 triliun, namun kontribusinya terhadap perekonomian masih sekitar 1,1 persen. Karena itu, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap koperasi yang aktif maupun yang tidak aktif.
“Kalau dalam tiga tahun tidak ada kegiatan usaha atau pengurusnya tidak aktif, tentu akan kita evaluasi. Bisa saja diminta membubarkan diri atau difokuskan pada koperasi yang benar-benar aktif,” jelasnya.
Dalam penilaiannya, Hendra memberikan skor tinggi terhadap kinerja SBW, yakni antara 8 hingga 9 dari skala 10.
Menurutnya, koperasi tersebut berpotensi menjadi model atau “ibu asuh” bagi koperasi lain, khususnya koperasi desa dan kelurahan yang sedang berkembang.
“Koperasi yang sudah berjalan baik seperti Setia Budi Wanita ini bisa menjadi pendamping, memberikan pelatihan bagaimana mengelola koperasi dan keuangan,” katanya.
SBW juga dinilai berhasil menerapkan sistem koperasi yang sehat, termasuk prinsip tanggung renteng, gotong royong, serta pendekatan ekonomi yang tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Koperasi SBW Kota Malang Dr. Sri Untari Bisowarno menyampaikan bahwa RAT tahun buku 2025 berjalan lancar dan memenuhi kuorum. Sebanyak 288 anggota hadir dalam rapat tersebut.
Dalam forum tersebut, laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya juga diterima hampir seluruh anggota.
“Alhamdulillah laporan pertanggungjawaban pengurus dapat diterima sekitar 99 persen anggota yang hadir,” ujarnya.
Untari juga mengapresiasi partisipasi anggota yang tetap hadir mengikuti RAT meskipun digelar di bulan puasa.
Menurutnya, RAT bukan hanya forum pertanggungjawaban, tetapi juga ruang evaluasi dan perencanaan agar koperasi semakin kuat di masa depan.
“Koperasi tidak hanya bicara ekonomi, tetapi juga kebersamaan, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan. Itu yang terus kami jaga di SBW,” katanya.
Dengan semangat gotong royong yang terus dipertahankan, SBW diharapkan dapat menjadi contoh koperasi modern yang mampu menjawab tantangan ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat. Ans




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?