Banner Iklan

Presiden Prabowo dan Gubernur Khofifah Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Tegaskan NU Pilar Persatuan Bangsa

Admin JSN
08 Februari 2026 | 19.36 WIB Last Updated 2026-02-08T12:39:21Z

 


Presiden Prabowo dan Gubernur Khofifah Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: 8 Februari 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) melalui rangkaian Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi kebangsaan sekaligus penguatan peran NU dalam menjaga persatuan Indonesia.

Mujahadah Kubro berlangsung selama dua hari, 7–8 Februari 2026, dan diikuti puluhan ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Acara diisi doa bersama, dzikir, serta refleksi kebangsaan dengan tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, dan Kontribusi dalam Mengembangkan Peradaban.”

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, NU telah terbukti menjadi salah satu pilar penting perjalanan bangsa.

“NU selalu menjaga persatuan. Jika negara dalam bahaya, NU selalu tampil bagi bangsa Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.

Ia juga menilai NU konsisten menjaga kerukunan antarumat beragama dan menanamkan nilai toleransi yang selaras dengan cita-cita para pendiri bangsa. Presiden berharap NU terus menjadi teladan dalam merawat keberagaman.

“NU diharapkan terus memberikan contoh toleransi terhadap umat beragama. Saya yakin NU akan terus menjaga bangsa dan semua umat agama tanpa pandang bulu sesuai cita-cita para pendiri bangsa,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan terima kasih atas peran NU dalam menjaga stabilitas nasional. “Terima kasih atas peran NU dalam menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia. Saat Indonesia dalam bahaya, NU selalu menjadi penyejuk dan terdepan menjaga NKRI,” imbuhnya.

Senada dengan Presiden, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa NU telah menunjukkan konsistensi sebagai organisasi keagamaan sekaligus kebangsaan yang mampu bertahan dan tetap relevan selama satu abad.

Menurut Khofifah, NU mengusung Islam moderat atau Islam wasathiyah yang menjunjung toleransi, menjaga tradisi kenusantaraan, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan peradaban, terutama melalui jaringan pendidikan pesantren.

“NU mengedepankan Islam moderasi, Islam wasathiyah, yang menjaga toleransi, tradisi kenusantaraan dan turut berkontribusi mengembangkan peradaban lewat lembaga-lembaga pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jaringan pesantren NU yang luas, baik tradisional maupun modern, menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam sekaligus pembentukan karakter umat.

“Banyak pesantren menjadi tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, sekaligus membekali generasi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama,” jelasnya.

Khofifah juga menilai di usia satu abad, NU telah menjadi rumah besar umat yang mampu mengayomi masyarakat lintas latar belakang. Semangat moderasi yang dirawat NU disebutnya menjadi perekat keberagaman Indonesia.

“Ibarat rumah, NU adalah rumah besar yang kokoh, penuh toleransi, dan mampu memberi keteduhan serta kenyamanan,” katanya.

Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah menegaskan NU kini memasuki fase penting untuk merawat sekaligus melanjutkan warisan perjuangan para pendiri.

“NU menjadi wadah kekuatan besar dan strategis bagi bangsa Indonesia,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa NU sejak berdiri pada 1926 tidak diperuntukkan bagi kelompok tertentu saja, melainkan menjadi rumah bersama umat Islam Indonesia.

“NU bukan hanya untuk mereka yang memahami Ahlussunnah wal Jamaah secara khusus, tetapi menjadi rumah umat Islam secara keseluruhan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Kota Malang. Ia menyebut dukungan datang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan tokoh lintas agama.

“Sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana, bahkan pengurus gereja, dengan penuh kearifan dan toleransi bersedia menyesuaikan jadwal kegiatan demi kelancaran Mujahadah Kubro ini,” ungkapnya.

Atas nama warga NU Jawa Timur, Gus Kikin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang atas potensi ketidaknyamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Malang dan mohon maaf apabila selama beberapa hari ini terdapat gangguan aktivitas,” ucapnya. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Presiden Prabowo dan Gubernur Khofifah Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Tegaskan NU Pilar Persatuan Bangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now