Acara yang digelar dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menghadirkan sesi edukatif seputar sistem administrasi perpajakan terbaru berbasis digital, Coretax, yang kini menjadi perhatian serius para pengusaha di Indonesia.
Dalam sesi pepemaparan, dedy sidarta menjelaskan bahwa transformasi sistem pajak berbasis Coretax membawa perubahan signifikan dalam pengawasan, pelaporan, hingga validasi data perpajakan. Jika pelaku usaha tidak memahami mekanisme ini dengan benar, potensi kesalahan administrasi dapat berujung pada denda hingga ratusan juta rupiah.
“Era Coretax menuntut pengusaha lebih disiplin, transparan, dan adaptif terhadap digitalisasi sistem pajak. Salah strategi bisa berakibat fatal pada cashflow perusahaan,” ungkap pembicara dalam sesi diskusi.
Edukasi Pajak Jadi Kebutuhan Mendesak Pengusaha
Para peserta yang berasal dari berbagai sektor usaha mulai dari UMKM, properti, manufaktur, hingga jasa tampak antusias mengikuti pemaparan materi. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait risiko pemeriksaan pajak, sanksi administrasi, hingga strategi mitigasi denda.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam sharing session tersebut antara lain :
- Pentingnya rekonsiliasi laporan keuangan dan pajak secara berkala
- Validasi data transaksi sebelum pelaporan
- Manajemen risiko pajak di era sistem terintegrasi
- Strategi preventif agar terhindar dari sanksi dan denda besar
- Optimalisasi konsultan pajak dan tim internal perusahaan
BBKA Jatim menegaskan bahwa edukasi seperti ini menjadi agenda rutin komunitas guna meningkatkan literasi finansial dan kepatuhan pajak anggotanya.
Silaturahmi Pengusaha, Perkuat Kolaborasi Bisnis
Selain sesi sharing, acara ini juga menjadi ajang networking antar pengusaha Jawa Timur. Suasana buka bersama mempererat hubungan profesional sekaligus membuka peluang kolaborasi baru.
Ketua panitia menyampaikan bahwa tantangan dunia usaha saat ini bukan hanya soal penjualan dan ekspansi, tetapi juga kepatuhan regulasi.
“Banyak perusahaan tumbang bukan karena tidak laku, tetapi karena persoalan administrasi dan pajak. Kami ingin anggota BBKA Jatim naik kelas, aman secara hukum, dan kuat secara finansial.”
Dengan terselenggaranya acara ini, BBKA Jatim berharap para pengusaha semakin sadar bahwa strategi pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari manajemen bisnis yang krusial di era digitalisasi sistem perpajakan nasional.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta komitmen untuk terus menghadirkan forum edukasi yang relevan dengan kebutuhan pengusaha masa kini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?