Banner Iklan

Pemuda Hidayatullah Hadirkan Seminar Pemuda Berdaya dalam Al-Quran

Anis Hidayatie
07 Februari 2026 | 21.20 WIB Last Updated 2026-02-07T14:20:55Z


 Pemuda Berdaya dalam Al-Qur’an, Seminar Pemuda Hidayatullah Tekankan Peran Strategis Generasi Muda, 

PASURUAN| JATIMSATUNEWS.COM: 7 Februari 2026 — Semangat membangun generasi pemuda berdaya berbasis nilai Al-Qur’an menjadi tema sentral  dalam Seminar “Pemuda Berdaya dalam Al-Qur’an” yang digelar Pemuda Hidayatullah Jawa Timur, Sabtu malam (7/2/2026). 

Kegiatan berlangsung pukul 20.00–20.40 WIB di Aula Ma’had Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah Pasuruan dan diikuti ratusan peserta dengan penuh khidmat.

Seminar menghadirkan Ustadz Tsabit Amin Fuadi, S.Sos., Al Hafidz, ulama muda dari Ma’had Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah Pasuruan. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an sarat dengan kisah inspiratif tentang pemuda yang menggunakan masa mudanya untuk iman, keberanian, serta pengabdian kepada Allah.

“Di antaranya adalah kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, seorang pemuda yang berani menentang kemusyrikan kaumnya, menghancurkan berhala-berhala, berdiri teguh di hadapan penguasa zalim demi tauhid. Keberanian luar biasa itu lahir di usia muda, saat fisik kuat dan keyakinan masih murni,” ungkapnya.

Ia juga mencontohkan kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam yang diuji sejak muda dengan godaan syahwat, kekuasaan, dan kedudukan. Namun Nabi Yusuf memilih menjaga kehormatan dan ketaatan kepada Allah, sehingga masa mudanya menjadi jalan menuju kemuliaan.

Selain itu, Ustadz Tsabit mengingatkan tentang kisah Ashabul Kahfi, para pemuda beriman yang mempertahankan keyakinan di tengah tekanan penguasa. Ia mengutip firman Allah:

“Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi: 13)

“Mereka adalah pemuda-pemuda yang berani mempertahankan iman di tengah tekanan penguasa dan masyarakat kufur, lalu Allah abadikan kisah mereka dalam Al-Qur’an hingga akhir zaman,” jelasnya.

Dalam perspektif sejarah Islam, ia menambahkan bahwa mayoritas penerima awal dakwah Nabi Muhammad SAW berasal dari kalangan muda. Bahkan banyak sahabat yang meriwayatkan hadits merupakan mereka yang mendampingi Nabi sejak usia muda, seperti Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Ibnu Abbas, Jabir bin Abdullah, dan Abu Sa’id Al-Khudri.

Ustadz Tsabit juga menjelaskan pembagian fase kehidupan manusia menurut para ulama: masa kanak-kanak sebagai fase ketergantungan, masa muda sebagai fase kekuatan dan produktivitas terbesar, serta masa lanjut usia sebagai fase menurunnya kekuatan fisik.

Ia mengingatkan hadits Rasulullah SAW bahwa setiap manusia kelak akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk tentang bagaimana masa muda digunakan.

“Salah satu pertanyaan itu adalah tentang masa mudanya, untuk apa ia habiskan. Apakah kita siap menjawab pertanyaan tentang masa muda kita di hadapan Allah?” tegasnya.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-9 Pemuda Hidayatullah Jawa Timur, yang bertujuan memperkuat peran pemuda dalam dakwah, kepemimpinan, dan kontribusi sosial.

Perwakilan panitia, Adib Nursyahid dari PW Pemuda Hidayatullah Jatim 2023-2026, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun karakter, kepemimpinan, dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Seminar pun ditutup dengan suasana reflektif, mengajak para peserta untuk menjadikan masa muda sebagai momentum ibadah, perjuangan, dan pengabdian yang bernilai abadi.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemuda Hidayatullah Hadirkan Seminar Pemuda Berdaya dalam Al-Quran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now