Banner Iklan

Media Massa Jadi Penjernih Hoaks, Anggota DPRD Kota Malang Asmualik Tekankan Peran Kontrol Informasi Digital

Anis Hidayatie
11 Februari 2026 | 15.54 WIB Last Updated 2026-02-11T08:54:58Z


Media Massa Jadi Penjernih Hoaks, Anggota DPRD Kota Malang Asmualik Tekankan Peran Kontrol Informasi Digital

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Maraknya penyebaran berita hoaks di media sosial kini menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Informasi yang tidak terverifikasi dengan mudah tersebar melalui platform digital dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dalam situasi tersebut, media massa dinilai memiliki peran strategis sebagai pengontrol sekaligus penjernih arus informasi publik.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, H. Asmualik, ST., saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Jurnalis Ramah Anak yang digelar Rabu (11/2/2025) di salah satu mal di Kota Malang. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi yang ketat.

“Media harus mengutamakan standar jurnalistik yang jelas, mulai dari cek fakta, konfirmasi narasumber hingga keberimbangan informasi. Inilah yang membedakan media kredibel dengan akun anonim di media sosial,” ujarnya.

Asmualik menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan referensi yang dapat dipercaya. Media arus utama memiliki mekanisme editorial serta kode etik jurnalistik yang menjadi pedoman dalam menyajikan berita, sehingga dapat meminimalisir penyebaran informasi yang keliru.

Ia juga menyoroti data dari berbagai lembaga pemeriksa fakta yang menunjukkan bahwa hoaks di media sosial umumnya berkaitan dengan isu politik, kesehatan, hingga bencana alam. Informasi palsu tersebut kerap dikemas dengan judul sensasional serta potongan gambar atau video di luar konteks demi menarik perhatian publik.

“Cara-cara seperti ini sering membuat masyarakat terpancing emosi tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sejumlah perusahaan media kini memperkuat rubrik cek fakta serta menjalin kolaborasi dengan komunitas literasi digital. Upaya ini bertujuan meningkatkan edukasi publik agar lebih kritis dalam menerima maupun membagikan informasi. Selain itu, media juga aktif meluruskan kabar tidak benar melalui penyajian data akurat serta keterangan resmi dari pihak terkait.

Asmualik menegaskan, sinergi antara media, pemerintah, platform digital, dan masyarakat sangat diperlukan dalam memerangi hoaks. Kampanye literasi digital harus terus digalakkan agar masyarakat terbiasa memeriksa sumber informasi, membaca berita secara utuh, serta tidak mudah terprovokasi judul yang bombastis.

“Di era keterbukaan informasi, kecepatan bukan lagi satu-satunya ukuran. Akurasi dan kredibilitas justru harus menjadi prioritas. Dengan menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, media diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks serta menjaga kualitas informasi di ruang publik,” tandasnya


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Media Massa Jadi Penjernih Hoaks, Anggota DPRD Kota Malang Asmualik Tekankan Peran Kontrol Informasi Digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now