Kuliah Perdana PPG UMM Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dan Berkeadaban
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali perkuliahan semester ini melalui Kuliah Perdana bertema “Kelas yang Menggembirakan: Menumbuhkan Pemahaman Literasi Keragaman melalui Kolaborasi Lintas Budaya.” Kegiatan yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (31/1/2026) tersebut menjadi langkah awal PPG UMM dalam menyiapkan calon guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap realitas keberagaman di ruang kelas.
Kuliah perdana ini menghadirkan Budi H. Setiamarga, Ph.D., Program Advisor Institut Leimena, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Budi mengulas tantangan pendidikan di tengah masyarakat yang semakin majemuk, baik dari aspek budaya, agama, maupun latar belakang sosial. Ia menegaskan bahwa kelas merupakan ruang perjumpaan yang dinamis, tempat peserta didik belajar mengenali, memahami, dan menyikapi perbedaan secara sadar serta konstruktif.
Menurutnya, pembelajaran yang menggembirakan bukan berarti mengurangi kedalaman materi. Justru, proses belajar perlu dirancang sebagai ruang yang aman, inklusif, dan mendorong partisipasi aktif peserta didik. Pendekatan ini sejalan dengan konsep 3H (Head, Heart, Hand), yaitu pembelajaran yang mengembangkan kemampuan kognitif (head), menumbuhkan kesadaran nilai dan empati (heart), serta diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kolaborasi dan praktik di kelas (hand).
“Guru perlu membangun kelas yang memberi rasa aman bagi siswa untuk bertanya, berdialog, dan bekerja sama. Dari situlah pemahaman tentang keragaman dapat tumbuh secara alami,” jelasnya.
Budi menambahkan, literasi keragaman tidak cukup disampaikan sebagai teori atau wacana normatif semata. Nilai-nilai tersebut harus dihadirkan melalui praktik pembelajaran, seperti kerja kelompok lintas latar belakang, diskusi reflektif, serta pengelolaan perbedaan dan konflik secara edukatif. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya memahami adanya perbedaan, tetapi juga mampu menghargai dan menyikapinya secara dewasa.
Sementara itu, Ketua Program Studi PPG UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., menyampaikan bahwa kuliah perdana ini menjadi penanda arah pembelajaran PPG UMM ke depan. Ia menegaskan komitmen PPG UMM dalam mencetak guru profesional yang unggul secara pedagogik, sekaligus memiliki sensitivitas sosial dan wawasan kebangsaan yang kuat.
Menurutnya, kelas yang menggembirakan merupakan prasyarat penting bagi tumbuhnya pemahaman peserta didik. Suasana belajar yang positif, aman, dan inklusif memungkinkan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, berani menyampaikan pendapat, serta terbuka terhadap perbedaan. Dalam konteks tersebut, peran guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membangun relasi dialogis dan menumbuhkan sikap saling menghargai di kelas.
“Pembelajaran yang bermakna bukan semata soal penyampaian materi, melainkan bagaimana guru menciptakan suasana belajar yang memanusiakan, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan rasa ingin tahu,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas budaya merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki calon guru PPG. Melalui pembelajaran yang reflektif dan kontekstual, mahasiswa PPG UMM diharapkan mampu menerjemahkan nilai toleransi, dialog, dan kebinekaan ke dalam praktik pembelajaran di sekolah.
Melalui kuliah perdana ini, PPG UMM menegaskan perannya dalam menyiapkan guru masa depan yang adaptif terhadap dinamika sosial, mampu membangun kelas yang inklusif, serta berkontribusi aktif dalam memperkuat persatuan melalui pendidikan. (*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?