![]() |
| Peserta Joint International Seminar on Frontiers in Sustainable Biotechnology and Bio-based Innovation./dok. FMIPA Universitas Brawijaya |
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Nagoya Jepang, Universitas Brawijaya
Suasana akademik sangat terasa di Lecture Room N107, Meijo University, pada 13 Februari 2026. Fakultas Pertanian, Meijo University menggandeng Departemen Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya menggelar Joint International Seminar on Frontiers in Sustainable Biotechnology and Bio-based Innovation. Tidak sekadar seminar biasa, acara ini menjadi ajang diskusi yang mempertemukan peneliti dan mahasiswa dari dua negara secara langsung.
Acara yang berlangsung dari pukul 09.40 hingga 17.00 tersebut menjadi momen penting. Kegiatan ini dirangkaikan dengan International Exchange Program (International Brewing and Fermentation Studies Program) pada 16 Februari 2026 dan masuk dalam rangkaian peringatan 100 tahun Meijo University. Sebanyak enam dosen dan 19 mahasiswa dari kedua institusi hadir dalam kegiatan ini.
Pembukaan dilakukan oleh Prof. Masashi Kato selaku Program Coordinator. Dari Meijo University hadir pula Assoc. Prof. Motoyuki Shimizu dan Prof. Toshiya Hayashi.
Sementara dari Universitas Brawijaya hadir Tri Ardyati, Ph.D., Yoga Dwi Jatmiko, Ph.D., dan Dian Siswanto, Ph.D. Adapun perwakilan mahasiswa UB adalah Aleyda Nur Halizah Wahyudi (Prodi S2 Biologi) dan Shella Zahra Kumala Azmi (Prodi S3 Biologi). Delegasi dari UB merupakan undangan khusus dari Meijo University.
Diskusi Ilmiah yang Berlangsung Dinamis
Seminar ini dirancang untuk membahas perkembangan terkini dalam bioteknologi berkelanjutan, mencakup pemanfaatan limbah agroindustri, pengembangan mikroba fungsional, hingga pendekatan interaksi tanaman-mikrobioma untuk solusi lingkungan. Topik-topik tersebut relevan dengan tantangan global yang dihadapi saat ini.
Sesi presentasi berlangsung dinamis dengan diskusi interaktif yang mewarnai setiap sesi. Para mahasiswa dari kedua negara aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan.
Tri Ardyati, Ph.D memaparkan penelitian tentang eksplorasi khamir penghasil senyawa antibakteri dari limbah fermentasi kulit kopi. Gagasan yang diangkat sederhana tetapi brilian: limbah kopi yang selama ini menjadi residu ternyata berpotensi menjadi sumber agen antibakteri baru. Konsep waste-to-value ini relevan dengan pengembangan industri berkelanjutan.
Yoga Dwi Jatmiko, Ph.D membahas probiotik dengan aktivitas antioksidan yang berasal dari fermentasi wine coffee. Penelitiannya mengintegrasikan analisis fungsional dan metabolomik untuk menunjukkan potensi kesehatan dari probiotik lokal Indonesia.
Dian Siswanto, Ph.D mengangkat topik interaksi tanaman-mikrobioma untuk bioremediasi. Ia menjelaskan bagaimana tanaman dan mikroba dapat berperan dalam pemulihan area tercemar melalui pendekatan yang menyatukan bioteknologi, ekologi mikroba, dan ilmu lingkungan.
Mahasiswa Menampilkan Hasil Penelitian
Pada sesi sore, mahasiswa dari kedua institusi mempresentasikan hasil penelitian mereka. Ryoga Tsurigami dari Meijo University mengeksplorasi protein yang belum terkarakterisasi dalam biosintesis kojic acid, senyawa yang memiliki nilai industri.
Aleyda Nur Halizah Wahyudi, mahasiswa magister Biologi Universitas Brawijaya, memaparkan riset tentang selulosa bakteri dari limbah kulit kopi yang berpotensi menjadi bahan baku vegan leather.
Rainy Mori dari Meijo University mengidentifikasi enzim dekarboksilase dari jamur pelapuk putih Phanerochaete chrysosporium yang dapat dimanfaatkan untuk biokonversi biomassa.
Sementara Shella Zahra Kumala Azmi, mahasiswa Program Doktor Biologi Universitas Brawijaya, meneliti potensi ekstrak Blumea balsamifera sebagai kandidat antikanker melalui pendekatan profil metabolit, uji sitotoksisitas, dan analisis histopatologis.
Setiap presentasi diikuti diskusi yang berlangsung interaktif. Prof. Motoyuki Shimizu dan Prof. Toshiya Hayashi dari Meijo University memberikan tanggapan akademik dan perspektif kritis terhadap topik-topik yang dipresentasikan. Dari hasil diskusi tersebut membuka peluang penelitian kolaborasi antar kedua universitas.
Pembelajaran Langsung ke Industri Fermentasi
Sebagai tindak lanjut dari seminar, pada 16 Februari 2026 diselenggarakan International Exchange Program yang berada di bawah supervisi Prof. Masashi Kato. Program ini memberikan pengalaman studi lapangan melalui kunjungan ke industri fermentasi di Prefektur Aichi bersama peserta Jepang dan internasional.
Terdapat tiga destinasi kunjungan. Pertama, Mizkan Holdings Co., Ltd. di Kota Handa, produsen cuka, saus, dan bumbu fermentasi terkemuka di Jepang yang didirikan pada tahun 1804.
Perusahaan ini bermula dari pemanfaatan limbah pembuatan sake menjadi cuka beras dan kini memasarkan produknya secara global. Di Handa terdapat Mizkan Museum yang menampilkan sejarah pembuatan cuka dan warisan fermentasi Jepang.
![]() |
| Kunjungan ke Industri Cuka dan Museum Mizkan Holdings Co., Ltd. |
Kedua, Shichifuku Brewing Co., Ltd. di Kota Hekinan, dikenal sebagai pionir produksi white soy sauce (shiro shoyu) dan white dashi. Perusahaan ini menjadi satu-satunya pabrik di Jepang yang memproduksi organic white soy sauce bersertifikasi JAS (Japanese Agricultural Standard). Produk mereka menggunakan perbandingan gandum yang tinggi, sekitar 90 persen, sehingga menghasilkan warna cerah dengan rasa manis alami.
![]() |
| Kunjungan ke Industri White Soy Sauce Shichifuku Brewing Co., Ltd. |
Ketiga, Maruya Hatcho Miso Co., Ltd. di Okazaki yang berdiri sejak 1337 dan tercatat sebagai salah satu produsen Hatcho miso tertua di Jepang. Miso merah ini terkenal karena rasa umami yang kuat dengan kadar garam relatif lebih rendah. Perusahaan ini mempertahankan metode tradisional pembuatan miso secara turun-temurun, termasuk fermentasi jangka panjang.
![]() |
| Kunjungan ke Industri Hatcho Miso Maruya Hatcho Miso Co., Ltd. |
Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh pemahaman langsung tentang proses produksi, manajemen mutu, inovasi produk, serta strategi internasionalisasi industri fermentasi Jepang. Program ini dirancang untuk mengeksplorasi budaya pangan Jepang dari perspektif internasional sekaligus mempertemukan teori akademik dengan praktik industri.
Dampak bagi Institusi dan Penguatan Jejaring Global
Rangkaian seminar dan program pertukaran ini memberikan dampak multidimensional. Dari sisi akademik, kegiatan ini memperluas ruang diseminasi riset dan membuka peluang kolaborasi penelitian bersama di bidang bioteknologi, mikrobiologi industri, dan bioremediasi. Interaksi langsung antara peneliti juga memperkuat fondasi kerjasama institusional yang berkelanjutan.
Aleyda sebagai salah satu delegasi mahasiswa merasa sangat berkesan melalui pengalaman dan pengetahuan secara langsung dalam bidang bioteknologi, dan budaya Jepang.
Kesempatan berdiskusi dengan mahasiswa dan dosen Meijo University memberikan banyak wawasan baru, khususnya dalam aspek mikrobiologi, serta memperluas cara pandang saya terhadap pengembangan riset. “Kunjungan ke industri fermentasi di Jepang menjadi pengalaman yang paling tak terlupakan, dan saya berharap ilmu yang diperoleh dapat saya terapkan di Indonesia”, tambah Aleyda.
Secara keseluruhan, International Seminar dan International Exchange Program ini merepresentasikan langkah strategis dalam membangun kolaborasi akademik lintas negara yang substantif dan berorientasi pada solusi global.
Melalui penguatan jejaring internasional dan pengembangan keilmuan berbasis keberlanjutan, kedua institusi menunjukkan peran aktif dalam menjawab tantangan global melalui inovasi bioteknologi dan pendidikan tinggi yang berdaya saing internasional. ***
Editor: YAN






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?