Banner Iklan

Enam Tahun Kepemimpinan Khofifah–Emil di Jawa Timur, Syukuran Bersama Anak Yatim dan Pengemudi Ojol

Anis Hidayatie
21 Februari 2026 | 12.16 WIB Last Updated 2026-02-21T05:16:59Z


Enam Tahun Kepemimpinan Khofifah–Emil di Jawa Timur, Syukuran Bersama Anak Yatim dan Pengemudi Ojol

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Enam tahun perjalanan kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak memimpin Jawa Timur diperingati dengan doa bersama dan aksi sosial. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2/2026), diisi dengan santunan untuk anak yatim serta bantuan bagi para pengemudi ojek online (ojol).

Momentum ini menandai genap satu tahun pelantikan Khofifah–Emil untuk periode kedua oleh Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, sekaligus melengkapi lima tahun masa kepemimpinan pertama mereka pada 2019–2024.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 60 anak yatim serta paket sembako kepada 40 pengemudi ojol, termasuk pengemudi perempuan dan penyandang disabilitas. Penyerahan bantuan turut disaksikan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai acara. Para penerima bantuan tampak antusias saat berkesempatan bersalaman langsung dengan gubernur dan wakil gubernur, sekaligus menerima tali asih sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah. Doa dan harapan pun dipanjatkan agar kepemimpinan Khofifah–Emil terus membawa kebaikan bagi masyarakat Jawa Timur.

Khofifah menyampaikan bahwa dirinya tidak terlalu terpaku pada hitungan masa jabatan ataupun seremoni peringatan. Baginya, yang terpenting adalah kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini tepat satu tahun saya dan Pak Emil dilantik oleh Presiden di Istana Negara. Lalu ada yang mengingatkan bahwa beberapa institusi ingin mengonfirmasi kinerja satu tahun kami,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua periode kedua kepemimpinannya, Khofifah menegaskan komitmen untuk terus mengoptimalkan potensi Jawa Timur dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pemerataan infrastruktur yang berjalan seiring dengan percepatan penurunan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Harapan kita kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur semakin membaik. Kemiskinan semakin menurun, dan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat,” ungkapnya.

Khofifah juga mengapresiasi sinergi yang terbangun selama setahun terakhir antara pemerintah provinsi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan daerah.

“Sinergi dari seluruh institusi baik di level lokal, regional, nasional maupun global akan terus dimaksimalkan. Agar kemajuan, kemakmuran, dan kedamaian di Jawa Timur bisa kita wujudkan bersama,” katanya.

Bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan, Khofifah juga memanjatkan doa agar seluruh upaya pembangunan yang dilakukan mendapatkan ridha dan keberkahan.

“Alhamdulillah momen ini bersamaan dengan memasuki bulan suci Ramadan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan mendapat ridha, barokah, serta pahala dari Allah SWT,” tuturnya.

Peran Strategis Kepemimpinan

Pada kesempatan yang sama, Emil Elestianto Dardak turut menyampaikan rasa syukur atas perjalanan satu tahun kepemimpinan periode kedua bersama Khofifah. Ia menilai berbagai dinamika kebijakan nasional maupun global mampu direspons secara adaptif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut Emil, Khofifah menjalankan peran strategis dalam menyukseskan berbagai program nasional sekaligus menjaga kesinambungan program pembangunan daerah.

“Ibu gubernur seperti menjalankan dobel gardan, menyukseskan program pusat sekaligus melanjutkan program-program Pemprov yang menjadi harapan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah provinsi, di antaranya pemberian penghargaan kepada cabang dinas yang berhasil menuntaskan distribusi ijazah siswa hingga 100 persen serta perluasan koridor layanan Bus Trans Jatim di berbagai daerah.

Emil berharap kepemimpinan Khofifah terus membawa kemajuan bagi Jawa Timur.

“Mudah-mudahan beliau selalu diberi kesehatan, karena kami optimis Jawa Timur akan semakin maju di bawah kepemimpinan beliau yang luar biasa,” katanya.

Apresiasi dari Penerima Bantuan

Apresiasi juga datang dari para penerima bantuan. Adrian Tobing, pengemudi ojol penyandang tuna rungu, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah provinsi.

“Terima kasih banyak atas bingkisannya Ibu Khofifah dan Pak Emil. Semoga selalu jaya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Zaki, pengemudi ojol penyandang tuna daksa. Ia berharap ke depan akses dan fasilitas ramah disabilitas di ruang publik semakin diperluas.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami. Harapannya ke depan Jawa Timur dapat memperbanyak akses dan fasilitas bagi penyandang disabilitas, terutama bagi pengemudi ojol,” tuturnya. Yra


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Enam Tahun Kepemimpinan Khofifah–Emil di Jawa Timur, Syukuran Bersama Anak Yatim dan Pengemudi Ojol

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now