H. Dekcy Polres Pasuruan Kota Beri Modal Usaha untuk Ibu Anak Disabilitas yang Terpaksa Memulung
PASURUAN| JATIMSATUNEWS.COM: Kepedulian dan cinta kasih terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Polres Pasuruan Kota. Seorang ibu yang memiliki anak penyandang disabilitas mendapat bantuan modal usaha setelah anaknya ditemukan petugas sedang memulung di area parkiran, Senin (2/2/2026).
Anak perempuan bernama Halimah, siswi kelas V Sekolah Luar Biasa (SLB), harus menjalani hari-harinya dengan memulung usai pulang sekolah demi membantu perekonomian keluarga. Dengan mata berkaca-kaca, Halimah menceritakan kisah pilunya sejak sang ayah pergi tanpa kabar.
“Usai pulang sekolah bersama teman saya memulung,” ujar Halimah lirih sambil mengusap air mata.
Barang-barang bekas hasil memulung dibawa pulang ke rumah dan dikumpulkan. Jika sudah cukup banyak, ibunya menjualnya ke penadah rosokan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kalau sudah terkumpul banyak, ibu yang menjualnya. Uangnya untuk makan dan kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Halimah merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Adiknya masih bersekolah di PAUD, sementara kakaknya diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Kondisi keluarga yang serba kekurangan membuat Halimah terpaksa memikul beban berat di usia yang masih sangat belia.
Mengetahui kondisi tersebut, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Decky Tjahjono Triyoga langsung turun tangan. Ia memberikan bantuan modal usaha kepada ibu Halimah agar dapat memiliki sumber penghasilan yang lebih layak. Tak hanya itu, AKP Decky yang juga mantan Kanit I Subdit Paminal Propam Polda Jawa Timur tersebut turut memberikan kursi dan makan siang kepada Halimah.
“Melihat kondisinya sangat memprihatinkan. Tidak seharusnya anak seusia itu mengerjakan pekerjaan orang dewasa. Jika dibiarkan, ini bisa berdampak pada kondisi psikologisnya,” ujar AKP Decky.
Sebagai langkah lanjutan, AKP Decky memerintahkan anggotanya untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan kondisi pendidikan Halimah. Dari keterangan guru, diketahui Halimah mengalami tuna grahita ringan.
“Anaknya masih bisa diajak berkomunikasi dan berpeluang untuk berkembang. Namun karena sering mengalami tekanan, anak ini mengalami trauma cukup berat,” jelasnya.
Untuk itu, pihak kepolisian juga meminta Kapolsek Pohjentrek memberikan edukasi kepada ibu Halimah agar lebih memahami kondisi anaknya dan tidak lagi membebani dengan pekerjaan berat.
“Faktor ekonomi menjadi penyebab utama. Karena itu kami berikan modal usaha, agar ibunya bisa mandiri dan anak bisa fokus sekolah serta mendapatkan pendampingan yang layak,” pungkas AKP Decky.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom bagi mereka yang membutuhkan. ANS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?