Alumni UMM Aris Munandar Berperan Pastikan Keselamatan Berkendara
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM:9 Februari 2025 – Keselamatan kendaraan bermotor bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi menyangkut tanggung jawab besar terhadap keselamatan manusia. Di balik sistem pengujian kendaraan bermotor berstandar internasional yang kini dimiliki Indonesia, terdapat kontribusi penting alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wahana Aris Munandar.
Lulusan Teknik Mesin UMM tahun 2016 itu kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB Kementerian Perhubungan. Posisi strategis tersebut menempatkannya di garis depan dalam memastikan setiap kendaraan yang beredar di Indonesia memenuhi standar keselamatan sebelum digunakan di jalan raya.
Aris menjelaskan, Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang memiliki mandat penting dalam pengujian tipe kendaraan bermotor. Pada 2025, lembaga ini resmi mengoperasikan fasilitas Proving Ground berstandar internasional, yang menjadi tonggak penting peningkatan sistem pengujian kendaraan nasional.
Salah satu fasilitas utama di dalamnya adalah Laboratorium Passive Safety, tempat Aris bertugas. Laboratorium ini fokus pada pengujian keselamatan kendaraan, mulai dari kursi kendaraan, sabuk pengaman, hingga uji tabrak mobil. Bahkan, fasilitas tersebut menjadi satu-satunya di Indonesia yang mampu melakukan uji tabrak kendaraan secara komprehensif.
“Peran utama laboratorium ini adalah memastikan kendaraan yang digunakan di Indonesia, baik produksi dalam negeri maupun impor, benar-benar memenuhi standar keselamatan yang tinggi,” ungkap Aris.
Kepercayaan memimpin laboratorium tersebut tidak lepas dari latar belakang akademiknya di Teknik Mesin UMM. Selama kuliah, ia dibekali ilmu dasar seperti mekanika kekuatan material, struktur, serta material teknik yang membentuk pola pikir analitis. Kompetensi itu kini menjadi fondasi dalam menganalisis hasil pengujian dan menentukan metode uji yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Pengalaman praktikum desain dan pemodelan tiga dimensi juga turut mendukung pekerjaannya. Kemampuan membaca serta mengevaluasi desain kendaraan sebelum pengujian menjadi bagian penting dari proses kerja di laboratorium.
Tak hanya aspek akademik, keterlibatan Aris dalam Unit Kegiatan Mahasiswa seperti International Language Forum (ILF) dan Forum Diskusi Ilmiah (FDI) UMM turut membentuk kemampuan komunikasi dan penulisan laporan teknis. Keterampilan tersebut kini sangat dibutuhkan dalam kerja sama internasional di bidang keselamatan kendaraan.
“UMM tidak hanya mengajarkan ilmu teknik, tetapi juga membiasakan kami berpikir sistematis, berani berdiskusi, dan mampu menyampaikan gagasan secara profesional,” jelasnya.
Menurut Aris, nilai khas UMM yang mengintegrasikan keilmuan dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan juga membentuk etos kerja jujur, bertanggung jawab, serta mandiri. Prinsip bekerja sungguh-sungguh tanpa harus diawasi menjadi bekal penting dalam kariernya sebagai aparatur sipil negara yang berada di lingkungan kerja dengan regulasi ketat.
Pengalaman karier lintas sektor, mulai dari industri manufaktur hingga pemerintahan, semakin menguatkan pandangannya bahwa lulusan teknik UMM memiliki peluang luas. Ia menilai kementerian dan lembaga negara membutuhkan insan teknik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter.
“UMM membentuk kami untuk siap bekerja dan terus belajar di mana saja. Bekal sejak kuliah membuat saya mampu memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan SDM di pemerintahan, mulai pelatihan hingga beasiswa double degree di UGM dan University of Leeds,” pungkasnya.
Capaian Aris Munandar menjadi bukti bahwa Universitas Muhammadiyah Malang terus melahirkan lulusan yang adaptif, kompeten, serta siap berkontribusi di berbagai sektor strategis, baik di tingkat nasional maupun global. (Ans)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?