Foto: Proses seleksi berlangsung
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – International Office and Students Affairs (IOSA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi telah menyelesaikan rangkaian seleksi Program Asistensi Mengajar Luar Negeri (AM LN) dan Magang Kependidikan Luar Negeri Tahun 2025. Dari total 43 mahasiswa pendaftar, sebanyak 38 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti program prestisius berskala internasional tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh IOSA FITK bekerja sama dengan LP3I (Lembaga Pusat Pengembangan Pendidikan Islam). Program ini merupakan bagian dari upaya strategis FITK dalam memperkuat internasionalisasi Fakultas serta meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat global.
Berdasarkan hasil seleksi, peserta yang dinyatakan lolos berasal dari berbagai program studi di lingkungan FITK, dengan rincian sebagai berikut: Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 3 mahasiswa, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 2 mahasiswa, Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 1 mahasiswa, Tadris Bahasa Inggris 15 mahasiswa, dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 17 mahasiswa. Komposisi ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan lintas program studi dalam mengikuti program internasional.
Pada tahun ini, FITK menetapkan standar akademik yang tinggi bagi para pendaftar. Mahasiswa diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,75 serta memperoleh nilai A pada mata kuliah Bahasa Inggris 1 dan Bahasa Inggris 2. Selain kompetensi akademik dan kemampuan bahasa, mahasiswa juga dituntut memiliki komitmen tinggi, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam mengikuti seluruh rangkaian program.
Ketua Panitia kegiatan, Ima Mutholliatil Badriyah, M.Pd, menjelaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara bertahap dan ketat. Verifikasi berkas dilakukan pada tanggal 7–8 Desember 2025, sedangkan seleksi wawancara dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025.
“Seleksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa yang terpilih benar-benar memiliki kesiapan akademik, mental, dan komitmen untuk mengikuti program luar negeri, mengingat mereka akan ditempatkan di sekolah-sekolah mitra yang memiliki reputasi unggul,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua International Office and Students Affairs (IOSA) FITK, Nur Hidayah Hanifah, M.Pd, menambahkan bahwa Program Asistensi Mengajar dan Magang Kependidikan Luar Negeri dirancang untuk memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam konteks pendidikan internasional.
“Program Asistensi Mengajar Luar Negeri ini bertujuan membekali mahasiswa FITK dengan pengalaman mengajar di lingkungan internasional, memperluas wawasan lintas budaya, serta meningkatkan kompetensi pedagogik dan komunikasi global. Harapannya, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan kesiapan bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?